Beranda PALI Sidak Hauling di KM 36 Disambut Positif Warga, Lingkungan Jadi Prioritas

Sidak Hauling di KM 36 Disambut Positif Warga, Lingkungan Jadi Prioritas

20
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Masyarakat Desa Lunas Jaya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menyatakan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten PALI yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas hauling batubara di kawasan KM 36. Tindakan tersebut dinilai sebagai respons nyata atas keluhan warga yang telah berlangsung cukup lama.

Sejumlah warga menilai kehadiran langsung pemerintah di lapangan menjadi sinyal positif bahwa persoalan dampak lingkungan akibat aktivitas batubara mulai mendapat perhatian serius. Mereka berharap pengawasan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Heri, warga yang tinggal di sekitar area stockpile milik PT Servo Lintas Raya, mengatakan sidak tersebut memberi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terdampak debu serta aktivitas angkutan batubara.

“Selama ini kami hanya bisa mengeluh dan menunggu. Ketika pemerintah turun langsung melihat kondisi di lapangan, kami merasa diperhatikan. Harapan kami, setelah sidak ini ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Hal senada disampaikan Siasan, warga yang aktif menyuarakan isu lingkungan di wilayah tersebut. Ia mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah, khususnya Wakil Bupati PALI bersama organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam pengawasan aktivitas hauling.

Menurutnya, langkah pemerintah perlu didukung seluruh pihak, termasuk masyarakat sipil dan organisasi sosial, agar penanganan persoalan lingkungan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak aktivitas batubara di wilayah Lunas Jaya bukanlah persoalan baru. Dalam beberapa tahun terakhir, warga telah berupaya menyampaikan aspirasi melalui berbagai forum, termasuk bekerja sama dengan organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, hingga media massa.

“Perjuangan masyarakat sudah berlangsung lama. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal perubahan. Yang terpenting sekarang adalah solusi, bukan perdebatan,” tegasnya.

Warga menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap aktivitas industri berjalan sesuai aturan serta tidak merugikan masyarakat. Karena itu, mereka berharap pengawasan terhadap aktivitas hauling batubara dilakukan secara konsisten, termasuk melalui evaluasi izin operasional dan penerapan sanksi terhadap pelanggaran.

Selain pengawasan, masyarakat juga berharap adanya upaya pemulihan lingkungan apabila terbukti terjadi pencemaran. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Dengan adanya sidak tersebut, masyarakat Desa Lunas Jaya berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusivitas serta mengedepankan penyelesaian masalah secara konstruktif, demi terciptanya lingkungan yang sehat dan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini