OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Puskesmas Awal Terusan melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue atau PE DBD sebagai langkah cepat dalam mencegah potensi penyebaran kasus DBD di wilayah kerjanya.
Kegiatan PE DBD dilakukan menyusul adanya laporan kasus atau dugaan kasus demam berdarah di masyarakat. Tim kesehatan Puskesmas Awal Terusan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lingkungan, pendataan warga sekitar, serta pemantauan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab penularan DBD.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember, drum, dispenser, pot bunga, hingga barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Penanggung Jawab Program DBD Puskesmas Awal Terusan, Widia Sari, A.Md.Keb, menyampaikan bahwa pada kesempatan ini juga petugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami Imbau kepada masyarakat untuk rutin menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan” imbau Sari. Selasa (05/05/2026)
Sari melanjutkan adapun langkah “Plus” yang dapat dilakukan masyarakat meliputi penggunaan obat anti-nyamuk, memasang kelambu atau kawat kasa, menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras, serta membiasakan diri memeriksa jentik secara berkala di lingkungan rumah.
“Kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah dampak luas dari penyebaran DBD pada masyarakat, untuk itu mari kita terapkan perilaku pencegahan sejak dini bagi DBD dengan menerapkan nilai Plus tadi dalam pencegahan DBD dilingkungan masyarakat” harap Sari.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Awal Terusan, Yesi, Am.Keb, meneyampaiakn melalui adanya kegiatan PE DBD ini, Puskesmas Awal Terusan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan DBD sejak dini.
“Peran aktif warga sangat dibutuhkan agar lingkungan tetap bersih dan bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk dan itu semua adalah tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya” jelas Yesi.
Ia juga mengingatkan warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, muncul bintik merah pada kulit, mual, muntah, atau tanda-tanda perdarahan.
“Jika menemukan tanda-tanda yang menjurus ke DBD mohon segera di laporkan kekami, dan kami juga meminta kepada Kepala Desa Dalam wilayah Kerja Puskesmas Awal Terusan untuk secara sigap memfasilitasi masyarakatnya tersebut” tegas Yesi.
Dengan adanya kerja sama antara petugas kesehatan, pemerintah setempat, kader, dan masyarakat, upaya pencegahan DBD diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga risiko penularan dapat ditekan.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap masyarakat untuk dipenuhi, oleh karena itu sangat dibutuhkan kerjasama yang baik lintas sektor. Mari dengan semangat kebersamaan kita ciptakan tatanan masyarakat yang bersih dan sehat di kabupaten OKI khususnya di wilayah kerja Puskesmas Awal Terusan” pungkas Yesi. (Hendri)

































