Beranda PALI Pustu Pengabuan Rusak Parah, Warga Sebut Sudah Berkali-kali Diusulkan Saat Reses DPRD...

Pustu Pengabuan Rusak Parah, Warga Sebut Sudah Berkali-kali Diusulkan Saat Reses DPRD Dapil Abab

5
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Kondisi fasilitas kesehatan di desa tersebut kian memprihatinkan. Bangunan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) setempat dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat yang datang berobat.

Pantauan di lokasi pada Jumat (23/5/2026) menunjukkan sebagian atap seng bangunan telah ambruk. Sementara itu, struktur rangka atap berbahan kayu tampak lapuk dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu.

Meski dalam kondisi rusak, warga menyebut pelayanan kesehatan masih tetap berjalan secara terbatas.

“Masih dipakai untuk pelayanan, biasanya pagi hari ada petugas,” ujar salah seorang warga.

Warga mengaku kerusakan tersebut bukan baru terjadi. Usulan rehabilitasi bangunan Pustu disebut telah beberapa kali disampaikan dalam agenda reses anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) Abab, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

“Sudah sering diusulkan saat reses, bahkan hampir setiap kali reses,” kata warga.

Pemerhati kebijakan publik, Aldi Taher, menilai kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan semestinya menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, efektivitas tindak lanjut hasil penyerapan aspirasi masyarakat oleh lembaga legislatif perlu dipertanyakan.

“Kalau memang usulan sudah berkali-kali disampaikan, lalu di mana realisasinya? Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat seperti kesehatan justru diabaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD seharusnya mampu memastikan aspirasi masyarakat yang muncul dalam reses tidak berhenti sebatas pencatatan, melainkan diterjemahkan menjadi program nyata yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“DPRD adalah perwakilan rakyat di daerah. Kalau aspirasi rakyat tidak didengarkan, kepada siapa lagi rakyat berbicara,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini