PALI, KITOUPDATE.COM – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian di Kabupaten PALI. Kelompok Tani Sabah Indah, Desa Modong, Kecamatan Tanah Abang, berhasil melaksanakan panen padi di lahan Optimasi Lahan (OPLAH) seluas sekitar 5 hektare dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Panen tersebut menggunakan varietas Inpari 50 dengan produktivitas mencapai sekitar 4 ton per hektare. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi para petani di tengah upaya pemerintah meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian di Kabupaten PALI.
Tak hanya itu, para petani juga optimistis dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) menjadi IP 200 atau dua kali tanam dalam setahun. Jika tidak terkendala cuaca dan sistem pengairan, lahan tersebut direncanakan sudah bisa kembali ditanami pada Juli atau Agustus 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, mengapresiasi keberhasilan Kelompok Tani Sabah Indah dalam memanfaatkan program Optimasi Lahan (OPLAH).
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa lahan pertanian di Kabupaten PALI memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan guna mendukung program swasembada pangan nasional.
“Alhamdulillah, hasil panen ini cukup baik dan menjadi motivasi bagi petani lainnya. Program OPLAH memang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Ahmad Jhoni.
Ia menjelaskan, Dinas Pertanian PALI akan terus melakukan pendampingan kepada para petani, mulai dari penyediaan bibit unggul, pengolahan lahan, hingga penguatan sistem irigasi agar target IP 200 dapat tercapai.
“Kami berharap petani bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produksi. Jika pola tanam berjalan baik, maka Juli atau Agustus nanti lahan sudah bisa kembali ditanami,” tambahnya.
Keberhasilan panen di Desa Modong ini juga diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten PALI untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang modern dan produktif demi meningkatkan kesejahteraan petani. (Anies)
































