Beranda Headline Gudang Bahan Peledak Meledak, Puluhan Orang Tewas

Gudang Bahan Peledak Meledak, Puluhan Orang Tewas

6
0

ISTANBUL, KITOUPDATE.COM – Ledakan dahsyat yang mengguncang sebuah bangunan penyimpanan bahan peledak pertambangan di Kota Namhkam, Negara Bagian Shan, Myanmar, menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sedikitnya 70 lainnya pada Minggu (31/5).

Insiden yang terjadi sekitar tengah hari itu juga menyebabkan kerusakan luas pada permukiman warga di sekitar lokasi. Sejumlah rumah dilaporkan hancur akibat kuatnya daya ledak yang terjadi hanya sekitar tiga kilometer dari perbatasan China.

Media lokal Myanmar bahkan menyebut jumlah korban tewas diperkirakan mencapai 50 hingga 55 orang, sementara puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan medis dan beberapa orang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Foto dan video yang beredar memperlihatkan kepulan asap hitam membubung tinggi ke langit, disertai bangunan yang porak-poranda dan puing-puing yang berserakan di sekitar lokasi kejadian.

“Sejauh ini, di antara para korban, 25 dilaporkan perempuan dan 30 laki-laki, sementara puluhan lainnya terluka dan beberapa diyakini masih terjebak. Operasi penyelamatan masih berlangsung,” demikian laporan kantor berita Shwe Phee Myay.

Besarnya jumlah korban membuat petugas penanggulangan bencana mengeluarkan seruan darurat kepada masyarakat untuk mendonorkan darah ke Rumah Sakit Umum Namhkam guna membantu penanganan korban luka.

Lokasi ledakan berada di wilayah yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan diduga berasal dari gudang penyimpanan bahan peledak pertambangan. Dalam pernyataan yang diunggah melalui Telegram, TNLA mengakui bahwa lokasi tersebut digunakan untuk menyimpan gelignit yang dipakai dalam aktivitas pertambangan dan penggalian.

TNLA menyatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar tersebut.

Sementara itu, stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan dampak ledakan juga dirasakan di kawasan sekitar perbatasan dengan banyak rumah warga mengalami kerusakan akibat gelombang kejut yang ditimbulkan. (Net/ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini