Beranda Headline Konflik Memanas, Israel Minta Lampu Hijau AS

Konflik Memanas, Israel Minta Lampu Hijau AS

6
0

MOSKOW, KITOUPDATE.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Israel dilaporkan meminta izin kepada Amerika Serikat untuk memperluas operasi militernya hingga ke Beirut, ibu kota Lebanon, di tengah eskalasi konflik dengan kelompok Hizbullah.

Laporan tersebut disampaikan Jerusalem Post dengan mengutip sejumlah pejabat senior Israel. Permintaan itu muncul seiring langkah Tel Aviv yang terus meningkatkan tekanan militer terhadap Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

Pada Minggu (1/6), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim pasukannya telah berhasil menguasai Kastil Beaufort, sebuah benteng bersejarah abad pertengahan yang memiliki nilai strategis di Lebanon selatan.

Tak lama berselang, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan telah memerintahkan militer untuk memperluas operasi terhadap Hizbullah sekaligus memperkuat kendali atas sejumlah wilayah di perbatasan Lebanon.

Perkembangan ini terjadi meski upaya diplomatik sempat dilakukan. Pada 16 April lalu, Lebanon dan Israel menggelar pembicaraan langsung tingkat duta besar di Washington, sebuah pertemuan yang menjadi salah satu kontak resmi paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Usai pertemuan tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Meski kesepakatan telah diumumkan, Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke puluhan permukiman di Lebanon selatan dan mempertahankan dominasi militernya di sejumlah kawasan perbatasan.

Di sisi lain, Hizbullah juga terus melakukan serangan balasan terhadap pasukan Israel, membuat gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya belum mampu meredakan konflik secara menyeluruh.

Dengan rencana perluasan operasi hingga ke Beirut, kekhawatiran terhadap meluasnya perang di kawasan Timur Tengah kembali mencuat, terutama jika bentrokan antara Israel dan Hizbullah terus meningkat dalam beberapa pekan mendatang. (Net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini