Beranda PALI Wabup PALI: Pancasila Sebagai Jangkar Moral, Bukan Sekadar Dinding Hiasan Kantor

Wabup PALI: Pancasila Sebagai Jangkar Moral, Bukan Sekadar Dinding Hiasan Kantor

11
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, menyampaikan pesan reflektif dan penuh penegasan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. Upacara khidmat tersebut digelar di halaman Kantor Bupati PALI, Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Iwan membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, dengan suara lantang dan penuh penekanan. Ia mengingatkan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami hanya sebagai simbol seremonial tahunan semata.

“Pancasila adalah living ideology, ideologi yang hidup. Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda di Bumi Serepat Serasan sebagai penjaga masa depan, untuk membumikan nilai-nilainya. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks bisu dalam buku sejarah,” tegasnya di hadapan ratusan peserta upacara.

Tidak hanya ditujukan kepada generasi muda, pidato tersebut juga menjadi pengingat keras bagi para pejabat publik dan kepala daerah. Iwan menekankan pentingnya akuntabilitas moral dalam setiap proses perumusan kebijakan.

“Kepada para menteri dan kepala daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, berpihak kepada kepentingan masyarakat, menjamin hak-hak warga kecil, dan tidak meninggalkan siapa pun di belakang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa di tengah tantangan global, disrupsi teknologi, serta dinamika geopolitik, Pancasila harus ditempatkan sebagai “jangkar moral” sekaligus “bintang penuntun” agar arah pembangunan bangsa tidak kehilangan kompas nilai.

Pernyataan Wakil Bupati PALI tersebut sejalan dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PALI, yang mendorong ASN dan organisasi kepemudaan untuk menjadi “agen perdamaian” dalam menjaga stabilitas daerah.

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi penegasan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan secara nyata di lapangan, termasuk dalam menolak intoleransi, menangkal radikalisme, serta mencegah potensi konflik sosial demi terciptanya harmoni di tengah masyarakat.

Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme, ditutup dengan pekikan bersama: “Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!” yang menggema di halaman Kantor Bupati PALI. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini