OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dalam rangka memperingati Hari ASEAN Demam Berdarah yang diperingati setiap tanggal 15 Juni, Kepala Puskesmas SP Padang, Dadang Hanura, S.Kep., menyampaikan pesan penting sekaligus ucapan selamat kepada seluruh warga masyarakat, tenaga kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat yang berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Dalam pernyataannya yang disampaikan di lingkungan kantor Puskesmas SP Padang pagi ini, Dadang Hanura mengawali dengan mengucapkan selamat memperingati Hari ASEAN Demam Berdarah.
“Selamat Hari ASEAN Demam Berdarah kepada seluruh masyarakat wilayah kerja Puskesmas SP Padang, seluruh tenaga kesehatan, dan semua pihak yang peduli terhadap kesehatan lingkungan dan kesehatan keluarga kita,” ujar Dadang. Senin (15/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen pengingat bersama bahwa demam berdarah masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan wilayah SP Padang serta sekitarnya. Sebagai kawasan beriklim tropis, curah hujan yang cukup tinggi dan kelembapan udara yang mendukung sering kali menjadi faktor yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus — pembawa virus penyebab DBD.
“Di wilayah SP Padang, data pemantauan kami menunjukkan bahwa angka kasus DBD masih berfluktuasi, terutama saat pergantian musim dan musim hujan. Oleh karena itu, kerja sama semua pihak adalah kunci utama agar kita bisa menekan angka kejadian hingga serendah mungkin,” jelas Dadang.
Sebagai Kepala Puskesmas, Dadang juga mengingatkan kembali langkah-langkah pencegahan yang paling efektif dan murah, yaitu gerakan 3M: Menguras, Menutup, dan Mengubur. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk melengkapinya dengan langkah pencegahan tambahan seperti menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, mengenakan pakaian yang menutup kulit, serta melakukan pengawasan jentik berkala.
“Puskesmas SP Padang terus berupaya melakukan penyuluhan, pemeriksaan jentik lingkungan, serta penanganan kasus yang ditemukan. Namun, upaya kami tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh kesadaran penuh dari setiap rumah tangga. Rumah yang bersih dan bebas tempat penampungan air yang tidak terawat adalah benteng pertama kita melawan nyamuk pembawa penyakit,” tegas Dadang.
Dadang Hanura juga mengingatkan tanda-tanda awal DBD yang harus diwaspadai, antara lain demam tinggi mendadak yang berlangsung 2–7 hari, nyeri kepala, nyeri tulang dan sendi, muncul bintik merah di kulit, hingga mual atau muntah. Jika gejala ini muncul, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat, dan tidak sembarangan mengonsumsi obat penurun panas tanpa petunjuk tenaga medis.
Di akhir pesannya, Dadang Hanura kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan semangat Hari ASEAN Demam Berdarah sebagai titik tolak peningkatan kepedulian.
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai awal yang lebih baik, lingkungan bersih, keluarga sehat, wilayah SP Padang bebas dari ancaman demam berdarah. Kita tidak bisa mengandalkan tenaga kesehatan saja karena kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Dadang.
Peringatan Hari ASEAN Demam Berdarah tahun ini mengusung semangat kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas generasi demi mewujudkan kawasan ASEAN yang lebih sehat dan bebas dari beban penyakit yang dapat dicegah ini. Di tingkat lokal, Puskesmas SP Padang berkomitmen terus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan, edukasi, dan pengendalian penyakit secara menyeluruh. (Hendri)



































