Beranda Ogan Kemering Ilir P3MD OKI Gelar Rakor Pendamping Desa, Dorong Kinerja dan Akuntabilitas Program

P3MD OKI Gelar Rakor Pendamping Desa, Dorong Kinerja dan Akuntabilitas Program

74
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Satuan Tugas Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendamping Desa yang berlangsung di ruang rapat kantor P3MD OKI, Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan guna menyamakan persepsi, mengevaluasi kemajuan pelaksanaan program, serta meningkatkan kualitas kinerja seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang bertugas di wilayah kabupaten OKI.

Rapat koordinasi dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh Koordinator Provinsi TPP Hendra Bakti, S.Kom. Turut hadir memimpin jalannya rapat Koordinator Kabupaten OKI, Nensi Novianti, ST., MT., serta seluruh Tenaga Ahli P3MD OKI, Tenaga Pendamping Profesional dan pengelola program P3MD di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Dalam sambutannya, Koordinator Provinsi TPP, Hendra Bakti, S.Kom, menyampaikan pentingnya peran pendamping desa sebagai ujung tombak keberhasilan program pembangunan di tingkat paling bawah. Menurutnya, pendampingan yang berkualitas akan sangat menentukan kecepatan dan ketepatan sasaran setiap kegiatan yang direncanakan.

“Tenaga Pendamping Profesional bukan sekadar pengawas, melainkan mitra kerja dan pembimbing bagi pemerintah desa serta masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh mengenai prosedur, pelaporan, dan peningkatan kompetensi harus terus dilakukan agar tujuan pemberdayaan masyarakat desa benar-benar tercapai,” ujar Hendra saat membuka kegiatan.

Sementara itu, Koordinator Kabupaten OKI, Nensi Novianti, ST., MT., dalam laporannya memaparkan poin-poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat kali ini. Materi pertama yang dibahas secara mendalam adalah realisasi progres kegiatan yang berjalan di berbagai desa binaan. Dalam sesi ini, masing-masing pendamping menyampaikan laporan kemajuan, kendala yang dihadapi di lapangan, serta solusi yang telah diambil maupun yang perlu dibantu penyelesaiannya oleh tingkat kabupaten maupun provinsi.

Selain evaluasi kemajuan kegiatan, agenda utama lainnya adalah pembahasan mengenai On Job Training (OJT) pelaporan. Materi ini dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis para pendamping dalam menyusun laporan kemajuan kegiatan, laporan keuangan, hingga dokumentasi yang rapi, tepat waktu, dan sesuai dengan standar administrasi yang berlaku. Pelatihan berbasis kerja ini dinilai efektif karena langsung membahas kasus nyata yang sering ditemui pendamping di lapangan.

Poin strategis terakhir yang menjadi perhatian utama dalam rapat ini adalah peningkatan kinerja Tenaga Pendamping Profesional (TPP). Pembahasan mencakup standar kinerja, etika kerja, tanggung jawab wilayah tugas, serta strategi komunikasi yang efektif dengan aparat desa dan unsur masyarakat.

Nensi Novianti menekankan bahwa peningkatan kinerja tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus didukung dengan pemahaman regulasi yang mutakhir dan semangat kerja sama tim yang kuat.

“Kinerja yang baik akan terlihat dari tertibnya administrasi, cepatnya penanganan masalah, dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Kami berharap melalui rapat koordinasi ini, kesenjangan pemahaman dapat dihilangkan dan semangat kerja sama makin terjalin erat,” tegas Nensi.

Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan aktif dan konstruktif. Para peserta rapat saling bertukar pengalaman mengenai cara mengatasi kendala di lapangan, mulai dari kendala teknis administrasi hingga tantangan sosial budaya di masyarakat. Hendra Bakti juga menanggapi berbagai pertanyaan yang muncul serta memberikan arahan teknis yang selaras dengan kebijakan di tingkat provinsi.

Di akhir kegiatan, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain percepatan penyelesaian administrasi yang tertunda, penerapan standar pelaporan yang seragam di seluruh wilayah OKI, serta penjadwalan kegiatan pendampingan lanjutan di tingkat kecamatan.

Rapat koordinasi ini menjadi bukti nyata komitmen P3MD Kabupaten OKI dalam menjaga kualitas pelaksanaan program serta memastikan setiap sumber daya yang dialokasikan memberikan manfaat maksimal bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Ogan Komering Ilir. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini