Beranda Ogan Kemering Ilir Memaknai Tahun Baru Islam: Anggaran Amal Sebagai Bekal Hidup Hingga Yaumul Qiyamah

Memaknai Tahun Baru Islam: Anggaran Amal Sebagai Bekal Hidup Hingga Yaumul Qiyamah

85
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pergantian tahun dalam kalender Islam bukan sekadar pergantian angka di lembaran kalender, melainkan momen istimewa untuk merenung, mengevaluasi perjalanan hidup, serta menyusun kembali langkah dan bekal menuju masa depan.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Irvan Sikta Utsman, Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Utsmani IV, dalam tausiyahnya menyambut datangnya Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1448 H.

Menurutnya, akhir tahun dan awal tahun adalah titik pantau sekaligus barometer bagi nilai-nilai kehidupan yang telah dijalani serta neraca seluruh usaha yang telah diperjuangkan, baik yang bersifat materi maupun nonmateri.

“Pada momen ini, kita diajak untuk melihat kembali apa saja yang telah kita capai sepanjang perjalanan waktu yang berlalu,” ujarnya. Selasa (16/06/2026).

Lebih lanjut, Ustadz Irvan menyampaikan bahwa hampir setiap orang memiliki target tertentu, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi. Pertanyaan mendasar yang harus terngiang jelas dalam benak setiap individu adalah: capaian apa saja yang telah berhasil diraih? Dan sekuat apa kita memperjuangkan cita-cita serta harapan yang telah ditetapkan?

Untuk memberikan gambaran yang jelas, beliau mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk daripada kemarin, maka ia termasuk orang yang tercela.”

Berdasarkan sabda mulia tersebut, momen pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk mengoreksi perbendaharaan diri masing-masing. Apakah sepanjang waktu berjalan kita senantiasa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin? Atau justru semangat dan kualitas ibadah serta amal kita semakin melemah? Jawaban atas hal ini sesungguhnya paling diketahui oleh diri kita sendiri, bukan oleh orang lain.

“Maka di awal tahun ini, marilah kita bersama-sama menghitung kembali usaha kita, semangat kita, kualitas ibadah, pekerjaan, serta segala aktivitas yang kita jalani sehari-hari,” ajaknya.

Dalam pandangan Islam, Tahun Baru Hijriyah mengandung makna yang sangat dalam. Secara harfiah, kata Hijriyah bersumber dari kata Hijrah, yang berarti berpindah atau berpindah tempat. Sedangkan secara istilah, hijrah memiliki makna yang lebih luas, yaitu berpindah “dari kegelapan menuju cahaya” (min azh-zhulumati ilan-nur).

“Makna inilah yang harus digarisbawahi dan menjadi cambuk bagi hati setiap muslim. Setelah sekian lama menjalani kehidupan, apakah kita telah benar-benar mengamalkan makna sebenarnya dari peristiwa hijrah yang diperingati setiap tahunnya? Ataukah peringatan ini hanya berlalu begitu saja, sekadar menjadi angka yang menghiasi lembaran kalender tanpa memberi perubahan apa pun dalam diri?” Jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa di sinilah letak benang merah dari seluruh makna tersebut. Pergantian tahun mengingatkan sekaligus mengajarkan kita untuk melakukan introspeksi diri secara menyeluruh:

– Sudahkah kita berbakti sepenuh hati kepada orang tua?

– Sudahkah kita hidup rukun dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar?

– Sudahkah kita menjaga kebersihan dan kelestarian alam serta lingkungan tempat tinggal?

– Sudahkah kita menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya?

– Sudahkah kita meneladani akhlak dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam setiap langkah hidup?

“Sejauh mana kita telah memantaskan diri sebagai hamba Allah yang beriman, sebagai seorang muslim yang senantiasa mengharapkan ampunan-Nya, kebaikan hidup di dunia, serta kemuliaan dan keselamatan di akhirat kelak? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu ada di dalam hati dan kesadaran diri kita masing-masing” tegasnya.

Di akhir tausiyahnya, Ustadz Irvan mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, memohon agar mulai dari awal tahun ini hingga akhir hayat kelak, kita senantiasa berada dalam lindungan dan bimbingan hidayah-Nya. Semoga kita diberikan kekuatan serta semangat yang terus menyala untuk memperbaiki kualitas hidup menuju yang lebih baik lagi, dijauhkan dari segala keburukan, godaan, serta hal-hal yang dapat menjerumuskan ke dalam kesesatan.

“Ya Allah, tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat,” pungkasnya.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap usaha dan amal perbuatan kita, serta segera mengabulkan segala cita-cita dan harapan yang baik. Marilah kita memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, memulai lembaran baru dengan hati yang bersih dan tekad yang bulat. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini