PALI, KITOUPDATE.COM – Di tengah kasus yang menjerat Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, sorotan datang dari salah satu tokoh pendiri Kabupaten PALI, Iskandar, yang lebih dikenal dengan nama Kandar Sinar Musi.
Menurut Iskandar, masyarakat sebaiknya mengambil hikmah dari peristiwa yang menyeret Wakil Bupati PALI tersebut.
“Kita ambil hikmahnya saja dari peristiwa ini,” ujar Iskandar yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PSI PALI saat dimintai keterangan oleh Kitoupdate.com usai peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah di halaman Kantor PSI PALI, Selasa (16/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Iskandar juga menyampaikan harapannya terhadap PSI dan kemajuan Kabupaten PALI.
“Minimal para calon legislatif (caleg) bisa mengontrol jalannya pemilu, dan calon-calon yang diusung PSI benar-benar terdidik serta tidak sedikit-sedikit melakukan perjalanan dinas luar (DL),” katanya.
Selain itu, Iskandar turut menyoroti gaya Wakil Bupati Iwan Tuaji dalam menjalankan berbagai kunjungan dinas. Menurutnya, Iwan kerap mendapatkan pengawalan ketat dengan iring-iringan kendaraan yang jumlahnya mencapai sekitar tujuh unit mobil.
“Itu berdasarkan sumpah puyang. Kalau pejabat digiring dengan tujuh unit mobil saat berjalan, biasanya penjahat atau pejabat. Biasanya pejabat, lalu jadi penjahat. Benar tidak?” ujarnya.
Ia menilai pengawalan seperti itu tidak diperlukan, khususnya di wilayah Talang Ubi, Kabupaten PALI, yang kondisi lalu lintasnya relatif lancar.
“Kalau di Talang Ubi tidak usah digiring-giring seperti itu, malu. Kadang rombongan itu memotong jalan saya. Saya ini pendiri PALI, tidak malu apa? Kualat, sumpah puyang,” katanya.
Sebelumnya, setelah melakukan penggeledahan di rumah dinas Wakil Bupati PALI, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa gratifikasi dan/atau suap terkait pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2024.(Anies)



































