Beranda PALI FKS PALI Gandeng PGRI Wujudkan Pendidikan yang Terbuka serta Kolaboratif

FKS PALI Gandeng PGRI Wujudkan Pendidikan yang Terbuka serta Kolaboratif

118
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Upaya memperkuat sinergi dalam dunia pendidikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus dilakukan. Forum Komite Sekolah (FKS) Kabupaten PALI menggelar audiensi dengan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten PALI, Irwansyah, yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 2 Talang Ubi.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Sekolah pada Rabu (17/6/2026) tersebut membahas penguatan kolaborasi antara komite sekolah, organisasi profesi guru, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih baik dan transparan.

Ketua FKS PALI, Efran, mengatakan audiensi ini merupakan bagian dari langkah konsolidasi yang dilakukan setelah dirinya menerima mandat dari Ketua Umum FKS Sumatera Selatan, Suparman Romans. Sebelumnya, FKS PALI telah melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, di antaranya Dinas Pendidikan PALI, Sekretariat Dewan Pendidikan, hingga DPRD PALI.

Dalam berbagai pertemuan tersebut, FKS berupaya membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya peran komite sekolah sebagai mitra strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan transparansi pengelolaan sekolah.

Sementara itu, Irwansyah menyambut baik kehadiran FKS PALI dan mengapresiasi komitmen organisasi tersebut dalam mendukung kemajuan pendidikan daerah. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk media massa, sangat diperlukan untuk mendorong terciptanya pendidikan yang berkualitas.

“Di era saat ini, dukungan dan partisipasi berbagai pihak, termasuk media, menjadi faktor penting dalam mendukung program-program positif di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Irwansyah juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap masukan dan kritik yang konstruktif demi perbaikan dunia pendidikan. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak menutup diri terhadap pandangan dari luar lingkungan sekolah.

“Jangan pula alergi dengan hal-hal di luar sekolah, karena kita ini kadang-kadang melihat diri kita sudah ada sesuatu yang pas, padahal orang lain melihat mungkin masih ada perlu perbaikan-perbaikan,” kata Irwansyah.

Menurutnya, latar belakang profesi seseorang tidak menjadi hambatan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan selama dilakukan secara profesional dan bertujuan untuk kemajuan bersama. Perspektif yang berbeda, termasuk dari kalangan jurnalis, dapat menjadi masukan berharga dalam mengidentifikasi berbagai hal yang perlu dibenahi.

Pada akhir pertemuan, Irwansyah menegaskan bahwa tanggung jawab mencerdaskan generasi bangsa tidak hanya berada di pundak sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, organisasi pendidikan, dan pemerintah daerah.

Melalui sinergi yang dibangun antara FKS dan PGRI, diharapkan terwujud komunikasi yang lebih baik antara sekolah, wali murid, dan masyarakat, sehingga mampu mendukung lahirnya generasi muda PALI yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini