PALI, KITOUPDATE.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus memperkuat berbagai program strategis guna memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat berjalan optimal. Komitmen tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Sosial PALI, Edy Irwan, SE, M.Si, dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).
Dalam keterangannya, Edy Irwan menegaskan bahwa tugas Dinas Sosial tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga membangun sistem ketahanan sosial yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, terdapat dua fokus utama yang saat ini menjadi perhatian, yakni peningkatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan penguatan layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan.
“Program prioritas Dinas Sosial Kabupaten PALI diarahkan pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat melalui penyelenggaraan perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, penanganan kemiskinan, penanganan korban bencana, serta penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Edy Irwan.
Dalam upaya menghadapi potensi bencana, Dinsos PALI telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk penyediaan lumbung sosial yang berisi kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten PALI juga terus disiagakan untuk mendukung respons cepat saat terjadi keadaan darurat.
“Dinas Sosial Kabupaten PALI telah menyiapkan lumbung sosial yang berisi kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana,” jelas Edy Irwan.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa guna memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“TAGANA senantiasa disiagakan dan berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa guna memastikan respons cepat dan tepat saat terjadi bencana,” tambahnya.
Dinsos PALI juga terus menjalankan program rehabilitasi sosial bagi berbagai kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lanjut usia terlantar, anak yang memerlukan perlindungan khusus, serta kelompok rentan lainnya.
“Dinas Sosial terus melaksanakan program rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas, rujukan ODGJ, lanjut usia terlantar, anak yang memerlukan perlindungan khusus, serta kelompok rentan lainnya,” ungkap Edy Irwan.
Pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan sosial, layanan pendampingan, rujukan pelayanan, serta kerja sama dengan berbagai lembaga sosial dan sentra milik Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Dalam mewujudkan bantuan sosial yang tepat sasaran, Dinsos PALI terus melakukan pembaruan dan verifikasi data penerima manfaat melalui DTSEN. Upaya ini melibatkan pendamping sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pemerintah desa, serta masyarakat.
“Kami menjamin transparansi melalui penggunaan data yang terintegrasi, verifikasi melalui DTSEN, pelibatan pemerintah desa dan masyarakat, penyediaan layanan pengaduan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala,” kata Edy Irwan.
Selain memastikan akurasi data, Dinsos PALI juga mendorong masyarakat miskin agar mampu mandiri secara ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan sosial dan usaha produktif.
“Kami mendorong berbagai program pemberdayaan sosial dan ekonomi produktif melalui pelatihan keterampilan bekerja sama dengan Sentra Abiyoso dan pemerintah provinsi, bantuan usaha ekonomi produktif, pendampingan usaha, serta sinergi dengan perangkat daerah terkait sehingga masyarakat miskin dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan secara bertahap keluar dari status penerima bantuan sosial,” terangnya.
Di akhir wawancara, Edy Irwan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten PALI untuk turut mendukung program-program sosial pemerintah dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Dinas Sosial mengajak seluruh masyarakat Kabupaten PALI untuk mendukung program-program sosial pemerintah dengan memberikan data yang benar dan valid sesuai kriteria pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial,” tuturnya.
Ia juga berharap masyarakat yang kondisi ekonominya telah membaik memiliki kesadaran untuk mengundurkan diri dari program bantuan sosial agar bantuan dapat dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan.
“Masyarakat yang kondisi ekonominya telah membaik juga diharapkan memiliki kesadaran untuk mengundurkan diri dari program bantuan sosial sehingga bantuan dapat diberikan kepada warga yang lebih membutuhkan,” pungkasnya. (Anies)



































