Beranda Headline Mentan Luncurkan AAS, Produktivitas Padi Bisa Tembus Dua Kali Lipat

Mentan Luncurkan AAS, Produktivitas Padi Bisa Tembus Dua Kali Lipat

99
0

GORONTALO, KITOUPDATE.COM – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System (AAS) pada pembukaan Pekan Nasional (Penas) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Teknologi pertanian berbasis modernisasi tersebut digadang-gadang menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Amran menjelaskan, AAS merupakan hasil penggabungan berbagai metode pertanian yang dikembangkan dari pengalaman Indonesia serta sejumlah negara maju, seperti China dan Amerika Serikat.

“Ini adalah penemuan baru, metode baru yang kami kombinasikan dari Indonesia, China, dan Amerika. Semua keunggulan teknologi tersebut kami padukan untuk menghasilkan sistem yang lebih efektif,” ujar Amran.

Menurutnya, penerapan teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Sistem ini mengintegrasikan penggunaan benih unggul, tata kelola irigasi yang lebih baik, mekanisasi pertanian, hingga pola tanam yang lebih efisien dan modern.

Pemerintah, kata dia, saat ini menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan guna mempercepat peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

Melalui penerapan AAS, produktivitas padi disebut mampu mencapai lebih dari 10 ton per hektare. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas nasional yang saat ini berada di kisaran 5,5 ton per hektare.

Dalam kesempatan yang sama, Amran juga mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan, tingginya cadangan beras membuat Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang tambahan.

Ia menilai peningkatan produksi pangan turut berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Harga gabah yang sebelumnya berkisar Rp5.000 per kilogram kini berada di level minimal Rp6.500 per kilogram. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencatat capaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

“Di tengah tren kenaikan harga pupuk dunia, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan teknologi Advanced Agricultural System menjadi salah satu inovasi unggulan yang diperkenalkan kepada ribuan peserta Penas XVII yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, pendekatan penyuluhan melalui demonstrasi lapangan jauh lebih efektif karena petani dapat melihat langsung penerapan teknologi beserta hasilnya.

“Ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari berbagai daerah untuk melihat langsung teknologi ini dan menerapkannya sesuai kondisi wilayah masing-masing,” kata Gusnar.

Ia berharap berbagai inovasi yang ditampilkan dalam Penas XVII dapat diadopsi secara luas guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (Net/ant)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini