PALI, KITOUPDATE.COM – Rumah Singgah Aktivis Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi pusat kebersamaan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui turnamen gaple bertajuk “Satu Meja, Satu Saudara”, insan pers, jajaran Polres PALI, dan masyarakat berkumpul dalam suasana penuh keakraban pada Jumat hingga Sabtu malam (26–27/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Ketua Pelaksana, Efran, itu tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi lintas profesi dan memperkuat sinergi antara masyarakat, media, dan kepolisian.
Dalam sambutannya, Efran menegaskan bahwa tujuan utama turnamen bukan semata-mata mengejar kemenangan atau hadiah, melainkan membangun kebersamaan melalui permainan yang dekat dengan masyarakat.
“Jangan dinilai dari hadiahnya, karena sebagai panitia kami memang belum memiliki persiapan yang matang. Namun, yang paling penting adalah semangat partisipasi kami dalam menggelar lomba ini untuk memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80,” ujar Efran.
Ia juga menjelaskan bahwa Rumah Singgah Aktivis bukan hanya sekadar tempat berkumpul, melainkan menjadi wadah menerima aspirasi masyarakat sekaligus ruang diskusi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Menurut Efran, rumah singgah tersebut pernah berperan aktif mengawal persoalan kelangkaan gas elpiji serta melonjaknya harga di pasaran yang sempat memberatkan masyarakat. Melalui advokasi dan koordinasi yang dilakukan di tempat itu, berbagai upaya penyelesaian dapat diperjuangkan bersama.
“Rumah Singgah Aktivis hadir untuk menjadi tempat masyarakat menyampaikan persoalan dan bersama-sama mencari solusi demi kepentingan rakyat,” tegasnya.
Slogan “Satu Meja, Satu Saudara” menjadi simbol bahwa ketika duduk di meja gaple, tidak ada lagi sekat pangkat, jabatan, maupun profesi. Semua peserta diposisikan setara sebagai saudara.
Perwakilan Polres PALI bersama para wartawan dan masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, kegiatan nonformal seperti ini efektif membangun komunikasi yang lebih akrab, memperkuat kemitraan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten PALI.
Suasana di Rumah Singgah Aktivis berlangsung meriah. Dentingan kartu gaple yang beradu di atas meja berpadu dengan gelak tawa dan sorak peserta, menciptakan nuansa kekeluargaan yang hangat.
Melalui kegiatan ini, Efran bersama seluruh pihak yang terlibat berharap hubungan kemitraan antara masyarakat, insan pers, dan kepolisian terus terjalin erat sebagai modal bersama dalam mendukung kemajuan Kabupaten PALI. (Anies)



































