OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melaksanakan upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati OKI, Senin pagi.
Momen peringatan yang mengusung semangat penguatan fondasi keluarga ini sekaligus menjadi ajang resmi peluncuran sebuah inovasi unggulan daerah bernama SAPA PERAHU KAJANG, yang dirancang khusus sebagai solusi terpadu untuk mengatasi tantangan sosial dan kesehatan di kalangan generasi muda.
SAPA PERAHU KAJANG merupakan singkatan dari Strategi Pencegahan Remaja Nikah Usia Dini dan Pengaturan Kehamilan melalui Perluasan Jangkauan Edukasi. Program ini diluncurkan sebagai jawaban nyata atas kebutuhan untuk menekan Age Specific Fertility Rate (ASFR) atau angka kehamilan pada kelompok usia 15 hingga 19 tahun di wilayah Kabupaten OKI, sekaligus mencegah dampak buruk yang ditimbulkan oleh pernikahan usia dini.
Kepala DPPKB OKI, Zulpikar, S.Sos,.MM mengatakan, peluncuran program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten OKI dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Inisiatif ini sejalan sepenuhnya dengan arah kebijakan nasional dalam Program Bangga Kencana, yang menempatkan pembangunan keluarga sebagai landasan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Keluarga adalah fondasi bangsa. Apabila keluarga kuat, maka generasi penerus pun akan tumbuh dengan sehat, cerdas, dan siap membangun daerahnya sendiri. Melalui SAPA PERAHU KAJANG, kami ingin memastikan informasi dan edukasi yang benar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama remaja dan orang tua,” ungkap Zulpikar. Senin (29/06/2026).
Zulpikar melanjutkan, program SAPA PERAHU KAJANG dibangun dengan prinsip kerja sama yang luas dan menyeluruh. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, lembaga pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, media massa, hingga organisasi kepemudaan.
Bentuk nyata dari kolaborasi ini terwujud dalam penandatanganan naskah komitmen bersama yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan. Hal ini menandakan bahwa program ini bukan hanya tanggung jawab satu instansi saja, melainkan menjadi gerakan bersama yang diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh hingga ke tingkat paling bawah di masyarakat.
Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, Program SAPA PERAHU KAJANG mengusung sejumlah strategi inti yang terstruktur, antara lain:
– Penguatan komitmen dan koordinasi lintas sektor guna menghindari tumpang tindih kegiatan dan memaksimalkan sumber daya yang ada.
– Peningkatan peran kelembagaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Forum Generasi Berencana (Forum GenRe) sebagai pusat rujukan dan penyebaran informasi bagi remaja.
– Penyelenggaraan penyuluhan, advokasi, dan pendampingan secara langsung kepada remaja, orang tua, lingkungan sekolah, dan masyarakat luas.
– Pemanfaatan teknologi dan media digital untuk memperluas jangkauan kampanye edukasi, sehingga informasi dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI, Zulpikar, S.Sos., M.M., kembali menjelaskan bahwa SAPA PERAHU KAJANG dirancang sebagai inovasi yang mengintegrasikan tiga unsur utama, yaitu edukasi, kerja sama, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini dipilih agar upaya pencegahan tidak bersifat sesaat, melainkan berjalan secara sistematis dan terus-menerus.
“Keberhasilan program ini tidak diukur dari seberapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari dampak nyata yang terlihat. Kami ingin melihat peningkatan pengetahuan remaja, semakin kuatnya peran orang tua dalam mendidik anak, serta meningkatnya akses terhadap layanan keluarga berencana. Semua ini pada akhirnya akan menurunkan angka pernikahan usia dini dan angka kehamilan pada remaja di Kabupaten OKI,” tegas Zulpikar.
Ia pun menyampaikan secara rinci, bahwa program ini sendiri memiliki tujuan utama, yaitu:
– Memperkuat kerja sama antarinstansi dalam mendukung pembangunan keluarga;
– Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya pernikahan usia dini dan pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja;
– Mengoptimalkan fungsi PIK-R dan Forum GenRe sebagai wadah pembinaan generasi muda;
– Menurunkan angka kehamilan pada kelompok usia 15–19 tahun dalam jangka panjang.
Melalui peluncuran ini, Pemerintah Kabupaten OKI berharap SAPA PERAHU KAJANG dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Program ini kita harapkan tidak hanya menjadi inovasi daerah yang efektif, tetapi juga mampu mendukung percepatan pembangunan keluarga, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta membantu pencapaian target pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional” pungkas Zulpikar.
Dengan dimulainya langkah ini pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026, Kabupaten OKI berkomitmen terus melindungi hak-hak anak dan remaja, memastikan mereka mendapatkan kesempatan belajar dan tumbuh kembang yang optimal, sehingga kelak dapat menjadi generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter luhur. (Hendri)



































