OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Setiap anak di Indonesia memiliki hak dasar yang sama yaitu tumbuh dalam lingkungan yang aman, didengar suaranya, serta mendapatkan perlindungan dan perhatian terbaik dari negara dan lingkungannya.
Berangkat dari semangat menjamin hak-hak tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Pendamping Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia secara resmi melaksanakan kegiatan Asesmen Terintegrasi (ASTER) untuk pendataan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di wilayah Kabupaten OKI tahun 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah lokasi di Kecamatan Kayuagung, meliputi Kelurahan Mangunjaya dan Desa Celikah yang dihadiri langsung oleh Kabid Rehabilitasi Sosial, Ardhi Tomiyansyah, S.IP,.M.Si beserta Pendamping Sosial Kemensos RI yaitu, Kusnedi, Malikatul Muthoharoh, Fitri Saraswati, Abdul Kodir Jailani, Indi Agustoni. Pendekatan yang dilakukan bersifat langsung ke lapangan, dengan tim berkunjung dari rumah ke rumah agar dapat memahami kondisi sebenarnya setiap anak dan keluarganya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, Dwi M Zulkarnain, SH., M.Si, menegaskan bahwa kunci keberhasilan program perlindungan anak terletak pada kualitas data yang dimiliki.
“Pendamping Sosial bersama tim kami turun langsung menyapa keluarga satu per satu. Tujuannya agar pendataan dilakukan secara cermat, menyeluruh, dan tepat sasaran. Kami ingin proses ini berjalan lancar tanpa hambatan apa pun, sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dwi. Selasa (30/06/2026).
Menurutnya, setiap data yang tercatat bukan sekadar angka atau catatan administrasi semata akan tetapi ada harapan besar dibalik data tersebut.
“Dibalik setiap baris data, ada harapan dan ada masa depan anak-anak kita. Perlindungan anak tidak boleh hanya menjadi janji di atas kertas, ia harus benar-benar terwujud dan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” tegas Dwi.
ASTER hadir sebagai sistem yang memadukan berbagai aspek pengamatan dan penilaian secara terpadu, sehingga kebutuhan khusus setiap anak dapat teridentifikasi dengan jelas. Ketika data yang akurat dikombinasikan dengan kepedulian nyata dari seluruh pihak, maka jalan bagi anak-anak untuk meraih mimpi besar mereka pun terbuka lebar.
“Program kita harapkan akan menjadi langkah awal yang kuat dalam menyusun rencana bantuan, pendampingan, dan intervensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak. Dengan demikian, anak-anak yang memerlukan perhatian khusus tetap dapat tumbuh berkembang secara optimal, berkarya, dan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh” pungkas Dwi.
Kegiatan asesmen ini akan terus diperluas ke wilayah lain di Kabupaten OKI agar tidak ada satu pun anak yang terlewatkan dari jangkauan perlindungan negara. (Hendri)



































