Beranda Headline Dudung Pastikan Pupuk dan Bibit Gratis untuk Petani Cetak Sawah OKI

Dudung Pastikan Pupuk dan Bibit Gratis untuk Petani Cetak Sawah OKI

100
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memastikan petani yang mengikuti program cetak sawah di Sumatera Selatan akan memperoleh pupuk dan bibit secara gratis. Bantuan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberhasilan program perluasan areal persawahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Saat meninjau pelaksanaan program cetak sawah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Dudung menegaskan pemerintah tidak hanya membuka lahan sawah baru, tetapi juga memberikan pendampingan intensif kepada petani agar lahan yang telah dicetak mampu menghasilkan panen yang optimal.

“Petani tidak akan kesulitan masalah pupuk karena diberikan secara gratis, begitu juga bibit diberikan gratis. Yang jelas, penyuluh pertanian lapangan (PPL) setiap saat akan terus mendampingi sampai petani benar-benar sudah mapan,” ujar Dudung, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan akan berlangsung selama tiga musim tanam dengan melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat. Pendampingan baru akan dihentikan setelah petani mampu mengelola usaha taninya secara mandiri dan produktivitas lahan meningkat.

Menurut Dudung, target awal lahan sawah baru tersebut adalah menghasilkan sekitar tiga ton gabah per hektare. Pendampingan akan terus diberikan hingga produktivitas meningkat menjadi lebih dari lima ton per hektare.

“Kalau nanti hasilnya sudah di atas lima ton, baru pendampingannya dilepas. Program ini akan terus dimonitor oleh dinas dan BPS sehingga perkembangan serta pertumbuhannya semakin baik,” katanya.

Ia menambahkan, program cetak sawah di Sumatera Selatan merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas areal tanam dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di Sumatera Selatan, program cetak sawah mencakup sekitar 13 ribu hektare, dengan rincian sekitar 7.000 hektare berada di Kabupaten OKI, sekitar 2.500 hektare di Kabupaten Banyuasin, dan sekitar 2.700 hektare di Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain bantuan pupuk, bibit, dan pendampingan, pemerintah juga memastikan ketersediaan air melalui pembangunan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier. Dukungan sarana produksi tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas lahan baru sehingga target swasembada pangan dapat tercapai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini