Beranda Ogan Kemering Ilir Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah dan MPLS Ramah Warnai Hari Pertama Masuk...

Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah dan MPLS Ramah Warnai Hari Pertama Masuk Sekolah

51
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Hari pertama kembali ke bangku sekolah bukan sekadar rutinitas memulai pelajaran baru, melainkan momen berharga yang menjadi awal perjalanan panjang tumbuh kembang seorang anak.
Memasuki tahun ajaran baru ini, seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di seluruh wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), melaksanakan dua kegiatan penting secara serentak pada hari ini: Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas dengan pendekatan ramah dan menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan bentuk upaya bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat peran keluarga, khususnya ayah, dalam mendampingi langkah awal anak menuntut ilmu. Karena bagi setiap anak, langkah pertama menuju dunia pendidikan akan terasa jauh lebih ringan dan penuh keberanian ketika sosok ayah ada berjalan di sampingnya.

Dari perjalanan menuju sekolah, obrolan sederhana sepanjang perjalanan, hingga genggaman tangan yang erat dan pelukan hangat sebelum melangkah masuk ke dalam ruang kelas, semua momen sederhana tersebut akan tertanam sebagai kenangan indah yang akan diingat anak hingga mereka tumbuh dewasa kelak. Waktu yang diluangkan seorang ayah pada hari ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan bekal keberanian yang tak ternilai harganya bagi masa depan anak-anak.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten OKI mengajak seluruh kepala keluarga untuk menyadari bahwa kehadiran dan perhatian yang tulus dari rumah adalah fondasi terkuat bagi anak untuk berani mengejar cita-citanya nanti. Mari kita dukung pertumbuhan dan perkembangan putra-putri kita dengan memberikan kehadiran terbaik, dimulai dari langkah pertama mereka melangkah ke gerbang sekolah.

– Kadisdik OKI: MPLS Ramah Siapkan Anak Beradaptasi Tanpa Tekanan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Muhammad Refly, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS di seluruh satuan pendidikan hari ini disusun dengan konsep “MPLS Ramah”. Menurutnya, kegiatan ini dirancang bukan untuk memberikan beban atau tekanan kepada peserta didik baru, melainkan sebagai jembatan agar anak-anak dapat mengenal lingkungan sekolah, teman sebaya, guru, serta tata tertib dan budaya sekolah dengan suasana yang akrab, hangat, dan menyenangkan.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak hari ini di setiap satuan pendidikan di wilayah Kabupaten OKI. Kami ingin memastikan hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, sehingga tumbuh rasa cinta dan semangat belajar sejak awal mereka melangkah masuk ke sekolah,” ujar Refly. Senin (13/07/2026)

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa seluruh penyelenggaraan MPLS telah mengacu pada pedoman resmi dari Keentdikdasmen yang melarang segala bentuk perpeloncoan atau tindakan yang dapat merugikan peserta didik.

“Seluruh materi yang disampaikan disesuaikan dengan usia dan tingkatan kelas, dengan tujuan membangun karakter positif dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah” jelas Refly.

– Kepala DPPKB: Kehadiran Ayah Adalah Kunci Pertumbuhan Anak

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI, Zulpikar, S.Sos., MM, menegaskan bahwa Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah di Hari Pertama atau yang disingkat GAMAS memiliki makna yang sangat mendalam bagi psikologis anak.

“Kehadiran ayah dalam momen penting seperti hari pertama sekolah memberikan pesan kuat kepada anak bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Dukungan bapak dan ibu sama besar perannya, namun kehadiran ayah secara khusus sering kali menjadi sumber keberanian dan ketahanan mental bagi anak saat menghadapi hal-hal baru,” tegas Zulpikar.

Ia menambahkan, gerakan ini diharapkan dapat meruntuhkan anggapan bahwa mengurus dan mendampingi anak hanya menjadi tanggung jawab ibu semata. Keterlibatan aktif ayah mulai dari hal sederhana seperti mengantar ke sekolah akan membangun ikatan emosional yang kokoh dalam keluarga, yang pada akhirnya berpengaruh besar terhadap kestabilan emosi dan prestasi anak di masa depan.

“Kita harapkan gerakan ini tidak berhenti hanya pada hari pertama saja, namun menjadi kebiasaan dan pola pikir bagi seluruh keluarga di Kabupaten OKI bahwa tumbuh kembang anak adalah tanggung jawab bersama ayah dan ibu,” tambah Zulpikar.

Ia menyampaikan di sejumlah titik sekolah di seluruh penjuru OKI, terlihat pemandangan yang mengharukan sejak pagi hari.
Banyak ayah yang datang mengenakan pakaian rapi tersenyum bangga sambil menggandeng tangan putra atau putri mereka menuju gerbang sekolah.

“Sebelum berpisah, tak jarang terdengar pesan-pesan penyemangat dan pelukan hangat yang membuat wajah-wajah mungil yang semula tampak cemas perlahan berubah penuh semangat, bermula dari hal kecil seperti inilah tentu saja akan berdampak besar bagi sang anak ketika mulai memasuki dunia Pendidikan dengan suasana baru dilingkungan sekolah dan hal inilah yang diharapkan dari gerakan ini” tutup Zulpikar.

Kegiatan serentak ini juga disambut antusiasme dari para kepala sekolah dan guru yang menyambut kedatangan siswa beserta orang tua dengan senyum dan sapaan ramah, menciptakan suasana sekolah yang terasa seperti rumah kedua bagi anak-anak. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini