OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan yang digelar di Aula Kantor Camat SP Padang menjadi momen penting untuk menyampaikan capaian penjangkauan calon peserta program Sekolah Rakyat. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (13/7/2026), dihadiri langsung oleh Camat SP Padang Indra Husin, S.Sos., M.Si., jajaran perangkat desa, serta seluruh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, Kepala Tim Kecamatan (Katimcam) Pendamping PKH SP Padang, Tri Nopawan, menjelaskan bahwa timnya telah menyelesaikan tahap identifikasi dan penjangkauan calon siswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti program ini.
Berdasarkan hasil pendataan yang telah dirangkum, dari seluruh sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan SP Padang teridentifikasi sebanyak 16 anak yang akan menjadi peserta Sekolah Rakyat dengan rincian jenjang pendidikan: tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 1 orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 6 orang, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 9 orang.
“Mekanisme penjangkauan calon siswa ini sendiri telah kami laksanakan secara bertahap sejak bulan Mei lalu, kemudian dilakukan verifikasi dan penetapan resmi pada bulan Juni 2026. Ada kriteria dan syarat ketat yang harus dipenuhi oleh calon peserta, yaitu anak yang sedang putus sekolah maupun anak yang berasal dari keluarga masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah,” ungkap Tri Nopawan.
Ia menambahkan, dengan telah selesainya proses penjangkauan dan penetapan peserta yang direncanakan mulai berjalan efektif pada bulan Juli ini, diharapkan program positif yang digagas pemerintah tersebut dapat berjalan sesuai tujuan utama. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan kembali bersekolah, namun juga memberikan pengalaman belajar yang baru bagi para peserta serta menjadi langkah nyata mewujudkan keadilan akses pendidikan secara menyeluruh bagi seluruh putra-putri bangsa tanpa terkecuali.
“Kami berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi kontribusi nyata agar setiap anak memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak,” harap Tri Nopawan.
Sementara itu, Camat SP Padang Indra Husin, S.Sos., M.Si., dalam arahannya menyambut baik capaian yang telah ditunjukkan oleh tim pendamping PKH. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras, ketelitian, dan kegigihan seluruh pendamping dalam melakukan penelusuran hingga menjaring calon siswa yang benar-benar membutuhkan selama proses penjangkauan berlangsung.
“Kerja keras tim pendamping PKH patut kita contoh dan apresiasi. Mereka turun langsung ke lapangan, mendata satu per satu untuk memastikan program ini tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan,” tegas Indra.
Pihaknya juga menegaskan kesiapan untuk memfasilitasi dan mendukung penuh kelancaran pelaksanaan program tersebut, khususnya pada momen pelepasan dan pemberangkatan para siswa Sekolah Rakyat nanti. Selain itu, Camat juga meminta kepada seluruh kepala desa dan pemerintah desa di wilayahnya untuk turut mengambil peran dan berkontribusi aktif guna menyukseskan pelaksanaan program ini di tingkat desa masing-masing.
“Sinergi dari semua pihak sangat dibutuhkan. Pemerintah kecamatan akan mendukung sepenuhnya, dan kami berharap pemerintah desa juga ikut memantau serta memastikan anak-anak ini bisa belajar dengan layak demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Indra. (Hendri)



































