PALI, KITOUPDATE.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Talang Akar menggelar Pelatihan Peningkatan Olahan Pangan Lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di aula pertemuan warga pada Jumat (17/7/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh kader Tim Penggerak PKK, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat Desa Talang Akar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Program ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk pangan yang lebih menarik dan mampu bersaing di pasaran.
Kepala Desa Talang Akar, Sunarto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.
“Pangan lokal yang kita miliki memiliki potensi besar jika diolah dengan kreativitas dan inovasi. Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM, memperoleh keterampilan baru sehingga mampu menghasilkan produk unggulan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Sunarto.
Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, termasuk membantu membuka akses pemasaran agar produk-produk lokal Desa Talang Akar semakin dikenal di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan pentingnya diversifikasi pangan berbasis bahan baku lokal sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Menurutnya, melimpahnya sumber daya pangan di Desa Talang Akar harus dimanfaatkan secara maksimal melalui pengolahan yang higienis, berkualitas, dan tetap mempertahankan cita rasa khas daerah.
“Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Dengan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, masyarakat tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan daerah,” kata Khairiman.
Selain memberikan materi mengenai pengolahan pangan, Khairiman juga menyampaikan pentingnya teknik pengemasan (packaging), menjaga kualitas produk, serta pengurusan perizinan agar produk UMKM memenuhi standar keamanan pangan.
Pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha, mulai dari teknik pengolahan, daya tahan produk, hingga strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media digital.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Talang Akar bersama Dinas Ketahanan Pangan berharap lahir lebih banyak produk olahan pangan lokal yang mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.(Anies)



































