OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Gelombang semangat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan kembali bergema di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Ratusan siswa-siswi SMAN 3 Unggulan Kayuagung atau yang akrab disapa SMANGAUL, bersama seluruh tenaga pendidik dan staf sekolah, melaksanakan kegiatan Deklarasi Anti Bullying secara khidmat di halaman utama sekolah, Selasa (21/07/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh warga sekolah untuk memberantas segala bentuk perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis, serta perundungan yang terjadi melalui media sosial atau cyberbullying. Acara berlangsung meriah namun penuh kesungguhan, dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMANGAUL, Yuliarti Effendy, perwakilan Komite Sekolah, serta para pembina kegiatan siswa.
Dalam sambutannya, Yuliarti Effendy, M.Pd, menyampaikan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan awal dari langkah nyata untuk mengubah pola pikir dan perilaku seluruh elemen sekolah.
“Kami ingin menjadikan SMANGAUL sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi seluruh siswa. Tidak ada tempat bagi perundungan di sini. Setiap siswa berhak belajar tanpa rasa takut, terancam, atau direndahkan,” tegas Yuliarti di hadapan seluruh peserta.
Ia juga mengajak seluruh siswa untuk saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Perbedaan latar belakang, kemampuan, maupun karakter harusnya menjadi kekayaan yang dipelajari bersama, bukan alasan untuk melakukan perundungan.
“Jika kalian melihat teman yang sedang mengalami perundungan, jangan diam saja. Jadilah pembela yang berani melapor kepada guru, pembina, atau pihak sekolah. Mari kita jaga satu sama lain,” tambahnya.
Salah satu momen paling menyentuh adalah saat seluruh peserta secara serentak mengucapkan janji, yang berisi kesediaan untuk tidak melakukan perundungan, tidak mendukung perundungan, serta berani melindungi dan melapor jika melihat atau mengetahui adanya tindakan perundungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan spanduk komitmen yang dilakukan secara bergantian oleh perwakilan siswa, guru, dan pihak sekolah.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga merupakan pembina OSIS, Asromi, M. Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan sekolah dalam rangka peningkatan karakter dan pembinaan lingkungan pendidikan yang positif.
“Setelah deklarasi ini, kami akan mengadakan sosialisasi berkelanjutan, pelatihan bagi pengurus kelas dan organisasi siswa, serta menyediakan saluran pelaporan yang aman dan tertutup bagi siswa yang mengalami atau mengetahui perundungan,” ungkap Asromi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Guru Bimbingan Penyuluhan Sekolah (BP) Haryani, M.Pd menyebutkan bahwa pihak sekolah berharap gerakan ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah saja, melainkan juga membawa dampak positif hingga ke lingkungan masyarakat dan keluarga masing-masing.
“Dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar juga dinilai sangat penting agar upaya pemberantasan perundungan dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan” jelas Haryani.
Sementara itu, salah satu perwakilan siswa yaitu Hamka Rabbani Gintara, mengaku bangga dapat turut serta dalam kegiatan ini.
“Kami sadar perundungan bisa merusak mental teman kita. Melalui deklarasi ini, kami berjanji akan saling menghargai dan menjaga nama baik sekolah serta sesama teman. Kami ingin sekolah kami menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berkembang,” tutup Hamka.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMAN 3 Unggulan SMANGAUL Kayuagung semakin menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga sangat mengutamakan pembentukan karakter, mental yang sehat, serta nilai-nilai kemanusiaan bagi seluruh peserta didiknya. (Hendri)



































