PALI, KITOUPDATE.COM – Efisiensi anggaran 2026 membuat sejumlah program Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), harus ditunda. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah pemerintah kecamatan untuk mendorong ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Camat Penukal Utara Fahrudin mengatakan, pemberdayaan UMKM tetap menjadi salah satu fokus utama program kecamatan. Strategi pun disesuaikan dengan kondisi fiskal agar program pemberdayaan masyarakat tetap berjalan dan memberi dampak ekonomi.
“Setiap program kerja kami di tahun 2026 ini bermuara pada satu tujuan, yaitu mendukung program prioritas Bapak Bupati dalam memberdayakan usaha menengah, kecil, dan mikro,” ujar Fahrudin saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Fahrudin, penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya optimalisasi peran TP-PKK, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), serta pengembangan konsep One Village One Product (OVOP).
Konsep tersebut diarahkan untuk mendorong setiap desa memiliki produk unggulan yang dapat dikembangkan sekaligus dipasarkan secara lebih luas.
Anggaran Efisiensi, Sejumlah Program Ditunda
Di tengah fokus pemberdayaan ekonomi, Kecamatan Penukal Utara menghadapi tantangan berupa penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Sejumlah rencana pembangunan fisik harus ditunda. Salah satunya rehabilitasi gedung serbaguna dan ruang rapat Kantor Camat Penukal Utara yang sebelumnya direncanakan masuk dalam program 2026.
Efisiensi juga berdampak pada dua inovasi pelayanan publik yang selama ini disiapkan Kecamatan Penukal Utara, yakni Kanca Begesa (Kantor Camat Begedai di Desa) dan Ngopi Senja (Ngolok Fikiran Seputar Rencana Kerja).
Kedua program tersebut sementara tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.
“Kedua inovasi tersebut sebenarnya dirancang untuk menciptakan pelayanan yang cepat, mudah, dan langsung menyentuh masyarakat desa. Namun, demi efisiensi anggaran tahun 2026, dengan berat hati kegiatan ini harus ditiadakan sementara waktu,” kata Fahrudin.
HUT Kecamatan Jadi Etalase Produk Lokal
Meski sejumlah program harus ditunda, Kecamatan Penukal Utara menyiapkan strategi lain untuk menjaga geliat ekonomi masyarakat.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kecamatan Penukal Utara akan dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk UMKM lokal melalui pameran tingkat kecamatan.
Fahrudin berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi mampu membuka pasar baru bagi produk masyarakat sekaligus memperkuat penerapan OVOP di setiap desa.
“Melalui pameran ini, kita mendorong kemajuan OVOP dan memperluas pangsa pasar produk asli Penukal Utara. Target akhirnya adalah peningkatan pendapatan riil masyarakat,” tegasnya.
Data Bansos Diperketat
Selain menggerakkan sektor ekonomi, pemerintah kecamatan juga memperkuat pengawasan terhadap program kesejahteraan sosial.
Pemerintah desa didorong melakukan validasi dan verifikasi data penerima bantuan secara berkala, termasuk melalui pengecekan langsung ke lapangan.
Monitoring bersama serta koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga dilakukan untuk memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Keamanan Dijaga Lewat Musyawarah
Di sektor keamanan, Kecamatan Penukal Utara memperkuat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Sinergi antara pemerintah kecamatan, Polsek, dan Babinsa terus dilakukan untuk merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Fahrudin mengatakan, pendekatan musyawarah menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan persoalan warga. Pendekatan restorative justice (RJ) juga didorong sepanjang memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.
“Sinergi ini memastikan setiap kegiatan kemasyarakatan di Penukal Utara dapat berjalan dengan aman, kondusif, dan tertib melalui penyelesaian masalah yang mengedepankan mufakat,” pungkasnya. (Anies)



































