Beranda Headline Karhutla Kalimantan Mengganas, DPR Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Karhutla Kalimantan Mengganas, DPR Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas

49
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan mulai berdampak langsung terhadap masyarakat. Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas.

Menurut Hetifah, perkembangan karhutla dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak bisa lagi dipandang sebatas kebakaran hutan. Asap yang ditimbulkan telah berpotensi mengganggu kesehatan, jarak pandang, mobilitas hingga aktivitas penerbangan.

“Ketika asap sudah mengganggu jarak pandang, aktivitas masyarakat dan penerbangan, serta berpotensi mengganggu kesehatan warga, maka keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kata Hetifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia meminta pemerintah daerah memastikan fasilitas kesehatan siap menghadapi dampak kabut asap. Ketersediaan masker yang sesuai, informasi kualitas udara secara berkala, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu juga harus diperkuat.

Hetifah juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat sistem komando dan koordinasi di wilayah yang mengalami peningkatan karhutla.

Menurutnya, setiap titik panas atau hotspot yang terdeteksi harus segera diverifikasi di lapangan dan ditindaklanjuti. Kecepatan respons dinilai menjadi kunci agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Yang kita perlukan adalah respons cepat berbasis data. Hotspot harus segera diverifikasi di lapangan. Jangan sampai ada jeda terlalu panjang antara deteksi, laporan, dan pemadaman,” ujar anggota DPR RI dari Kalimantan Timur tersebut.

Di sisi lain, Hetifah mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengerahkan personel gabungan, memperkuat pemadaman darat, menggunakan water bombing, serta menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun, ia mengingatkan ancaman karhutla belum berakhir. Kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

BMKG memperkirakan kondisi minim pertumbuhan awan masih terjadi di sebagian wilayah Kalimantan, sementara musim hujan baru berpotensi datang sekitar pertengahan Oktober.

“Artinya, kita masih memiliki periode risiko yang panjang. Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api hari ini. Pemerintah harus menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan karhutla berulang sampai kondisi cuaca kembali,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini