BANYUASIN, KITOUPDATE.COM – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyuasin mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar Sholat Istisqa secara serentak di 21 kecamatan, Senin (31/8).
Sholat sunnah untuk memohon turunnya hujan tersebut dipimpin sebagai bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada ketersediaan air, pertanian, hingga lingkungan.
Pelaksanaan Sholat Istisqa dipusatkan di Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk bersama-sama berdoa dan memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan.
Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., Askolani mengatakan dampak kekeringan kini mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Banyuasin.
Berkurangnya ketersediaan air, kata dia, tidak hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berdampak terhadap hewan, tanaman, dan kondisi lingkungan.
“Kekeringan yang berkepanjangan juga berdampak pada sektor pertanian serta meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan,” ujar Askolani.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah bersama, baik melalui upaya pemerintah maupun ikhtiar spiritual dengan memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.
Pelaksanaan Sholat Istisqa di 21 kecamatan diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Banyuasin untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kemarau berakhir (Masroni/Julyo)



































