Beranda Headline Janji Mentan Amran Cair dalam Hitungan Jam

Janji Mentan Amran Cair dalam Hitungan Jam

38
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merealisasikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi buruh tani di Karawang, Jawa Barat. Hanya dalam hitungan jam setelah menjanjikan bantuan saat kunjungan lapangan, sebuah combine harvester telah tiba dan diterima kelompok buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur.

Bantuan tersebut langsung disiapkan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani. Tak hanya itu, Amran memastikan traktor milik kelompok yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus 2026 juga segera diganti.

“Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani,” kata Amran di Jakarta, Senin (31/8).

Kecepatan tersebut, menurut Amran, mencerminkan pola kerja yang ingin diterapkan Kementerian Pertanian. Setiap persoalan yang ditemukan langsung di lapangan harus segera ditindaklanjuti, bukan berhenti sebagai laporan.

Sebelumnya, saat kunjungan kerja di Karawang, Amran secara spontan turun dari kendaraan setelah melihat sejumlah buruh tani bekerja di sawah. Dari perbincangan tersebut, ia mengetahui sebagian buruh tani tidak memiliki lahan sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen.

Kondisi itu membuat penghasilan mereka sangat terbatas. Amran menyebut para buruh tani tersebut hanya memperoleh sekitar Rp30 ribu per hari dengan kesempatan kerja rata-rata dua kali dalam sepekan.

“Tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat hanya Rp30 ribu per hari dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses,” ujar Amran.

Jika bekerja dua kali dalam sepekan dengan upah Rp30 ribu per hari, penghasilan mereka hanya sekitar Rp240 ribu per bulan. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan hidup satu keluarga.

“Bisa bayangkan pendapatannya Rp30 ribu per hari, Rp60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga,” katanya.

Temuan tersebut mendorong Amran mengambil langkah lebih jauh dengan mengubah regulasi penyaluran bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini diberi akses untuk memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian.

“Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat,” tegasnya.

Amran menegaskan alsintan tidak boleh sekadar menjadi bantuan alat produksi. Menurut dia, alat tersebut harus bisa dimanfaatkan sebagai sarana usaha untuk membuka sumber pendapatan baru bagi buruh tani.

Atas dasar itu, ia langsung memutuskan memberikan combine harvester sekaligus mengganti traktor kelompok yang hilang. Jajaran Kementerian Pertanian kemudian bergerak cepat hingga bantuan tiba di lokasi dalam hitungan jam.

Amran mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, termasuk petani dan buruh tani. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini