Beranda Headline Sehari, Polda Sumsel Gelar 374 Aksi Cegah Karhutla

Sehari, Polda Sumsel Gelar 374 Aksi Cegah Karhutla

30
0

PALEMBANG, KITOUPDATE.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum boleh diberi ruang. Polda Sumatera Selatan memperkuat langkah pencegahan dengan menggelar 374 kegiatan mitigasi dalam sehari, Senin (14/9/2026).

Ratusan kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan “24/7 Nyago Bumi Sriwijaya”, yang menitikberatkan pada patroli, edukasi, pengawasan, serta deteksi dini di wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Dari total 374 kegiatan, sebanyak 189 kegiatan merupakan patroli, kemudian 99 kegiatan imbauan dan 86 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Patroli dilakukan dengan menyasar kawasan yang dinilai rawan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus mendeteksi sedini mungkin potensi munculnya titik api.

Sementara itu, personel juga turun langsung memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah api muncul. Polda Sumsel mendorong pendekatan dari hulu, mulai dari pencegahan, pemantauan, deteksi dini hingga pelibatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran terus diarahkan meningkatkan kegiatan mitigasi, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla.

“Patroli, imbauan dan sosialisasi terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Personel di lapangan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayahnya dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan karhutla,” ujar Nandang.

Menurutnya, peran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran sejak dini. Informasi cepat dari warga dinilai dapat membantu petugas melakukan respons sebelum api meluas.

Karena itu, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

Pencegahan juga diperkuat melalui kolaborasi berbagai unsur di lapangan. Kehadiran personel di kawasan rawan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengawasan, tetapi juga mempercepat penanganan ketika ditemukan potensi kebakaran.

Melalui gerakan “24/7 Nyago Bumi Sriwijaya”, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk menjaga pencegahan karhutla tetap berjalan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diarahkan untuk melindungi masyarakat, mencegah meluasnya kebakaran, sekaligus menjaga lingkungan dan ekosistem Sumatera Selatan. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini