Beranda Headline Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare

Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare

37
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menjadi perhatian serius. Hingga September 2026, total luas area yang terbakar tercatat mencapai 48.535,73 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi data pantauan satelit SiPongi dengan pengukuran langsung tim BNPB di lapangan.

“Di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realita di lapangan 10.224 hektare lebih. Sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare,” kata Berton dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Besarnya luasan lahan terbakar tersebut membuat penanganan karhutla di Kalbar terus diperkuat. Pemerintah mengerahkan 14.759 personel Satgas Darat, yang didukung operasi udara dengan lima unit helikopter untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta sembilan helikopter pemadam melalui operasi water bombing.

Namun, upaya pemadaman belum sepenuhnya menuntaskan titik api.

Pada Senin (14/9/2026), BNPB mencatat terdapat 19 titik api dengan estimasi area terbakar mencapai sekitar 261 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 180 hektare berhasil dipadamkan, terdiri atas 175 hektare melalui Satgas Darat dan lima hektare melalui operasi water bombing.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 80 hektare area yang belum berhasil dipadamkan hingga Selasa (15/9/2026).

“Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, Selasa 15 September 2026,” ujar Berton.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan helikopter dari pemerintah Jepang juga telah tiba di Kalimantan Barat. Namun, armada tersebut belum dapat dioperasikan karena kondisi jarak pandang (visibility) yang terlalu rendah.

Menurut Berton, operasi helikopter Jepang baru dapat dilakukan ketika jarak pandang berada pada kisaran 3.500 hingga 5.000 meter.

Sementara itu, pekatnya kabut asap akibat karhutla turut berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalbar. Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas hingga Ketapang dilaporkan mengalami kondisi udara yang memburuk, dengan jarak pandang di sejumlah lokasi turun hingga di bawah satu kilometer.

Meski demikian, hujan mulai turun di sejumlah wilayah. BNPB mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sebagian wilayah Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang dan Sekadau.

Kondisi tersebut diharapkan membantu proses pengendalian karhutla, namun penanganan di lapangan tetap diperkuat untuk mencegah api kembali meluas. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini