Beranda Palembang Kemarau Sumsel Diprediksi Molor Hingga Akhir Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

Kemarau Sumsel Diprediksi Molor Hingga Akhir Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak

13
0

PALEMBANG, KITOUPDATE.COM – Musim kemarau di Sumatera Selatan diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini. Jika sebelumnya diprakirakan berakhir pada pertengahan Oktober, BMKG Sumsel kini menyebut musim kemarau berpotensi berlangsung hingga akhir Oktober.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan September menjadi salah satu periode kemarau paling kering akibat menguatnya El Nino. Dampak paling terasa terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Komering Ulu (OKU).

“Jadi kita masih ada September (kemarau) hingga mungkin awal Oktober yang tingkat hari tanpa hujannya (HTH) sangat rendah,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, potensi hujan mulai muncul pada Oktober, namun dengan intensitas yang masih rendah. Hujan diprakirakan terjadi dari wilayah utara menuju bagian tengah Sumsel, meliputi Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), dan Musi Rawas.

“Sedangkan untuk wilayah selatan potensi ada di OKI dan sebagian kecil OKU,” katanya.

Ia mengatakan, Sumsel akan memasuki awal musim hujan pada November mendatang. Meski hujan mulai turun, intensitas pada awal musim hujan masih relatif rendah. Namun, sebaran hujan mulai lebih merata di seluruh wilayah Sumsel.

“November memang curah hujan lebih kering dari biasanya, tapi curah hujannya sudah di atas 50 milimeter per 7 hari,” jelasnya.

Terkait kondisi kemarau bulan ini, dia menyebut masih terdapat potensi awan hujan pada 18 dan 22 September. Potensi tersebut bisa dimaksimalkan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Nah, ini mungkin secercah harapan ada potensi awan kuat. Karena dari sebaran warnanya itu kuning ke cokelat, bahkan ada yang merah. Jadi, kita harapkan benar-benar bisa jatuh ke wilayah yang banyak muncul hotspot maupun firespot,” tutur Wayan.

Meski begitu, sebaran awan hujan masih dipengaruhi arah angin. Awan hujan yang terbentuk masih berpotensi bergeser ke wilayah lain sehingga titik hujan dapat berpindah. Potensi awan hujan tersebut diprakirakan akan terdorong ke sisi barat.

“Hujan yang sebelumnya diprediksi terjadi di wilayah Ogan Ilir dan OKI, bisa sedikit bergeser ke daerah tengah,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini