Beranda Ogan Kemering Ilir DPPKB OKI : Program DASHAT Percepat Penurunan Stunting

DPPKB OKI : Program DASHAT Percepat Penurunan Stunting

15
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Stunting masih menjadi salah satu tantangan besar pembangunan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggagas program DASHAT yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting, sebuah inovasi pemberdayaan masyarakat yang difokuskan untuk mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa maupun kelurahan, khususnya di kawasan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI, Zulpikar, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa program DASHAT bukan sekadar membagikan makanan, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang menyeluruh di masyarakat.

“DASHAT hadir agar masyarakat mampu secara mandiri menyediakan makanan bergizi bagi keluarganya, terutama bagi mereka yang berisiko mengalami stunting. Umpanya kita tidak hanya memberi ikan, tapi juga mengajarkan cara memancing dan mengolahnya menjadi makanan yang bergizi,” ungkap Zulpikar.

Zulpikar melanjutkan penjelasannya, Program ini dirancang dengan empat pilar utama yang saling melengkapi:

1. Pemenuhan Gizi

Menyediakan makanan sehat, padat gizi, dan seimbang bagi keluarga yang berisiko stunting. Fokus utamanya adalah memastikan kebutuhan gizi tercukupi pada masa-masa paling kritis pertumbuhan anak.

2. Pemanfaatan Pangan Lokal

Mengolah bahan pangan yang mudah didapat di lingkungan sekitar seperti ikan, telur, ubi, pisang, dan berbagai jenis sayuran menjadi hidangan bernilai gizi tinggi. Langkah ini sekaligus mendorong ketahanan pangan desa.

3. Pemberdayaan Ekonomi

Mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pembentukan kelompok usaha berbasis pangan lokal dengan model sociopreneurship. Artinya, kelompok pengelola Dapur Sehat tidak hanya melayani kebutuhan gizi warga, tetapi juga bisa menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

4. Edukasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)

Memberikan penyuluhan rutin tentang pentingnya gizi seimbang, 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pola asuh yang baik, serta cara menyajikan makanan yang higienis dan tepat gizi bagi anak dan ibu hamil.

Program DASHAT juga menyasar kelompok prioritas sebagai berikut:

– Keluarga Risiko Stunting (KRS) dari kalangan kurang mampu

– Calon pengantin (catin), sebagai langkah pencegahan sejak dini

– Ibu hamil dan ibu menyusui, masa kritis pemenuhan gizi

– Anak usia bawah dua tahun (baduta) dan balita, periode emas pertumbuhan

Secara sederhana, program ini membentuk dapur bersama di desa-desa yang dikelola oleh kelompok masyarakat terlatih. Bahan pangan berasal dari hasil pertanian, perikanan, dan peternakan warga sekitar, sehingga tetap segar dan biayanya lebih terjangkau. Makanan yang disiapkan kemudian disalurkan kepada keluarga sasaran secara terjadwal.

“Kekuatan DASHAT ada pada masyarakat itu sendiri. Ketika warga sadar, bergerak, dan berdaya, maka penurunan stunting akan tercapai secara berkelanjutan,” tegas Zulpikar.

Melalui DASHAT, diharapkan tidak hanya angka stunting yang menurun, tetapi juga kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi meningkat, ketahanan pangan desa diperkuat, dan ekonomi warga tumbuh lebih mandiri.

“Langkah kecil dari dapur-dapur desa di Kabupaten OKI ini diharapkan menjadi fondasi besar dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan” pungkas Zulpikar. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini