Beranda Ogan Kemering Ilir Cegah Karhutla, Polres OKI Sasar Anak Usia Dini

Cegah Karhutla, Polres OKI Sasar Anak Usia Dini

4
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan pemadaman. Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini, termasuk kepada anak-anak yang kelak menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian alam.

Upaya itu dilakukan Polres Ogan Komering Ilir (OKI) melalui edukasi bahaya karhutla kepada siswa-siswi TK Kemala Bhayangkari 23 Kayuagung.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan pada bahaya kebakaran hutan dan lahan serta pentingnya menjaga lingkungan. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa juga diajak mengenali langkah pencegahan sederhana, seperti tidak bermain api, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melapor kepada guru atau orang dewasa apabila melihat api maupun asap yang berpotensi memicu kebakaran.

Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menekankan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Edukasi sejak usia dini menjadi salah satu langkah untuk membangun pemahaman tentang bahaya kebakaran sekaligus membentuk kebiasaan menjaga lingkungan.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Melalui edukasi sejak dini, kami berharap anak-anak dapat mengenal bahaya kebakaran dan belajar menjaga lingkungan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Melalui edukasi ini, Polres OKI berupaya menanamkan pemahaman bahwa api yang tidak terkendali dapat mengancam keselamatan manusia, merusak lingkungan, serta mengganggu kehidupan masyarakat.

Pengenalan bahaya karhutla kepada siswa TK Kemala Bhayangkari 23 Kayuagung sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten OKI. Pesan pencegahan diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa ke rumah dan kehidupan sehari-hari.

Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, upaya mencegah karhutla diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi tumbuh sebagai kepedulian bersama seluruh lapisan masyarakat. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini