ACEH BARAT, KITOUPDATE.COM – Banjir meluas di Kabupaten Aceh Barat. Sebanyak 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan terendam dengan ketinggian air rata-rata lebih dari 30 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merusak infrastruktur, termasuk jembatan gantung dan satu unit rumah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat puluhan desa tersebut terdampak banjir hingga Minggu malam. Bencana ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (31/10) malam.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Dharmawan, mengatakan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai besar meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan warga.
“Banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu (31/10) malam,” kata Dharmawan.
Dua sungai yang dilaporkan meluap di antaranya Krueng Meureubo di Kecamatan Pante Ceureumen dan Krueng Woyla di Kecamatan Sungai Mas. Luapan air dengan cepat menggenangi rumah warga hingga sejumlah akses jalan utama.
Dampak banjir tersebar di 10 kecamatan. Di Kecamatan Pante Ceureumen, desa terdampak meliputi Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, Sikundo, dan Seumantok. Di Desa Sikundo, badan jalan dan pagar sekolah dilaporkan tergerus arus banjir.
Di Kecamatan Sungai Mas, banjir merendam Desa Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong. Sementara di Kecamatan Woyla Barat, wilayah terdampak meliputi Cot Rubek, Cot Rambong, Cot Maleh, Napai, Blang Cot Mameh, dan Blang Luah.
Selanjutnya, di Kecamatan Woyla terdapat sembilan desa terdampak, yakni Cot Keumude, Pasi Birah, Aron Tunong, Ie Itam Tunong, Ie Itam Baroh, Ranto Pantang, Blang Mee, Drien Mangko, dan Pasi Ara Kb. Di Kecamatan Woyla Timur, banjir merendam Pasie Ara dan Leubok Pantang.
Banjir juga menggenangi Desa Peuribu dan Teupin Peuraho di Kecamatan Arongan Lambalek; Meugo Cut, Ujong Raja, dan Meutulang di Kecamatan Panton Reu.
Di Kecamatan Kaway XVI, desa terdampak meliputi Simpang Peunia, Pasie Jeumpa, Muko, Palimbungan, Tanjong Bungong, Padang Mandang, dan Meunasah Rambut. Sementara di Kecamatan Meureubo, banjir merendam Desa Pasi Mesjid, serta Desa Pasi Leuhan di Kecamatan Johan Pahlawan.
Tidak hanya merendam permukiman, derasnya arus air juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Satu unit jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kajeung dan Tungkop di Kecamatan Sungai Mas dilaporkan terdampak.
Selain itu, satu unit rumah warga di Desa Geudong, Kecamatan Sungai Mas, mengalami kerusakan parah pada bagian lantai dan badan rumah akibat terkikis aliran air.
Dharmawan mengatakan hingga laporan terakhir belum terdapat informasi korban jiwa. Namun, kondisi cuaca masih perlu diwaspadai karena hujan dengan intensitas tinggi masih terpantau mengguyur wilayah pedalaman Aceh Barat.
“Hingga saat ini, laporan korban jiwa akibat musibah banjir ini belum ada. Namun, intensitas hujan di wilayah pedalaman terpantau masih tinggi,” demikian Dharmawan. (**)


































