Beranda Ogan Kemering Ilir Dianggap Merendahkan Hingga Melecehkan Harkat dan Martabat Wilayah Kijang, Masyarakat Minta Klarifikasi...

Dianggap Merendahkan Hingga Melecehkan Harkat dan Martabat Wilayah Kijang, Masyarakat Minta Klarifikasi Data yang dipublikasikan Kayuagung Lipp

248
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Pribahasa Mulutmu adalah Harimau adalah petuah bagaimana sebaiknya kita berhati-hati bersuara dalam menyampaikan maksud dan tujuan dari sebuah informasi. Hal tersebutlah yang baru-baru ini menuai banyak kritikan dan polemik dalam masyarakat yang diakibatkan oleh munculnya postingan salah satu penggiat medsos dan dianggap telah melecehkan dan merendahkan harkat dan Martabat masyarakat disuatu wilayah khususnya wilayah Kijang.

Pimpinan Redaksi dan owner Media Online Kito Update.com yang juga penggiat informasi bagi masyarakat (wartawan), Eko Saputra atau yang lebih akrab dipanggil Riko, pun tidak tinggal diam dan menyoroti tajam terhadap hal tersebut.

Riko menyampaikan bahwa entah data dari mana sumbernya. Namun konten atau postingan yang diunggah oleh akun Kayuagung Lipp ini nampaknya sudah menghina suatu daerah terkhususnya masyarakat di wilayah Kijang.

“Dalam Informasi yang disebarkan dan di publikasikan di media sosial, salah satunya facebook tidak berdasarkan fakta atau disertai sumber data yang akurat, lantaran menyebutkan bahwa ada sekitar 1200 janda baru di OKI & OI “PALING BANYAK BERLOKASI DI KIJANG” ungkap Riko.

Ia melanjutkan bahwa hal ini terkesan menyebarkan informasi yang merusak atau merendahkan nama baik masyarakat yang ada di kijang dan secara tidak langsung dapat dianggap bertujuan menimbulkan diskriminasi terhadap masyarakat di daerah Kijang.

“Secara tidak langsung postingan ini adalah sebuah bentuk pelecehan terhadap salah suku yang ada di daerah kabupaten OKI dan bisa memecah belah persatuan dan menimbulkan gelombang protes yang keras dari masyarakat khususnya wilayah kijang yang memang dari dulu merupakan bagian penting dalam wilayah kabupaten OKI”

Selain dari pada itu, postingan ini juga sudah termasuk ujaran kebencian Berbasis SARA yang Menyerang suku, ras, atau golongan tertentu di suatu daerah khususnya masyarakat Kijang yang berada di 3 Kecamatan.

Nama Kijang adalah sebuah sebutan populer bagi sebagian besar dalam wilayah Kecamatan SP Padang dan ada juga desa yang termasuk dalambagian Kecamatan lain seperti Kijang Ulu Kecamatan Kayuagung dan Desa Pematang Kijang Kecamatan Jejawi.

Adapun 7 Desa Yang termasuk dalam wilayah Kijang Kecamatan SP Padang adalah sebagai berikut:

1. Tanjung Alai
2. Batu Ampar Baru
3. Batu Ampar
4. Awal Terusan
5. Terusan Laut
6. Pematang Buluran
7. Rawang Besar

Masyarakat Kijang di Kecamatan Jejawi

– Desa Pematang Kijang

Masyarakat Kijang di Kecamatan Kayuagung

– Desa Kijang Ulu

Sementara itu Sekretaris Desa Batu Ampar Kecamatan SP Padang, Hendri Yusuf, yang juga penggiat Media Informasi Masyarakat, meminta klarifikasi atas data yang disampaikan oleh akun Kayagung Lipp dan telah di posting melalui medos tersebut jangan sampai terkesan ada unsur pembohongan publik.

“Sebagai Putra asli Kijang tentu hal ini sangat menyakitkan hati kami atas postingan Kayuagung Lipp tersebut, kami mohon disampaikan secara detail terkait data tersebut dan sumber yang merilis data tersebut juga, jangan asal memuat informasi tanpa dicantumkan sumbernya” tegas Hendri Yusuf

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Wilayah Kijang merupakan salah satu wilayah mayoritas dihuni oleh suku Ogan (Pegagan) yang mempunyai keunikan tersendiri dengan potensi dan sumberdaya baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA) yang mampu bersaing dengan wilayah lainnya ditambah lagi dengan kearifan lokal masyarakatnya yang memiliki ciri khas sebagai masyarakat yang beradab.

“Wilayah Kijang itu unik, semuanya ada disini, mulai dari SDM dan SDA nya, dengan adanya postingan dari akun Kayagung Lipp ini seakan-akan memberikan citra yang buruk bagi para janda yang ada, apakah status janda adalah sebuah keburukan, apakah semua janda imagenya jelek. Tentu saja tidak makanya tolong riset terlebih dahulu latar belakangnya, jangan asal posting karena itu bisa menyakiti perasaan orang lain dan Melecehkan kaum perempuan khususnya” imbau Hendri.

Hendripun meminta agar Kayuagung Lipp menyampaikan data real disertai sumbernya atas angka yang telah disampaikan di media sosial.

“Kami minta kepada seluruh konten kreator dan pemilik akun Kayuagung Lipp untuk menyampaikan kepada kami berapa jumlah janda di wilayah kijang dilengkapi persentase perdesa lengkap dengan by name by adress beserta sumber data, terus dari 1200 janda baru yang disebutkan tadi berapa banyak jumlah janda yang termasuk wilayah kijang terlepas dari wilayah Ogan Ilir, sehingga kami tahu persis atas kebenaran berita pada akun Kayuagung Lipp ini” pinta Hendri.

Ia pun berharap agar lebih bijak lagi dalam mengolah data Apa lagi yang sifatnya sensitif untuk dikonsumsi publik.

“Di era modern ini semuanya bisa mengakses segala sesuatu, semuanya bisa berkomentar dan berbagi, kami berharap lebih bijaklah dalam menyampaikan informasi, dikemaslah konten itu dengan menarik dan tidak menyebabkan ketersinggungan yang pasti data itu haruslah sebuah kebenaran dan bukan hanya sebatas sensasi, karena media sosial ini sama halnya dengan dua sisi mata pisau yang berbeda satu sisi bisa melukai orang lain dan satu sisi lainnya bisa mencelakai diri sendiri. Saya jujur selama ini saya salah satu penikmat setia informasi yang disediakan oleh akun Kayagung Lipp akan tetapi dengan adanya hal ini tentu masih banyak hal yang perlu diperbaiki lagi, banyak hal yang harus Kayuagung Lipp benahi jadikan ini sebagai pembelajaran bahwa tidak semua yang kita posting atau kita publikasikan itu disenangi orang lain, apalagi menyangkut massa dan perasaan orang banyak” pungkas Hendri Yusuf. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini