OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten OKI terus berkomitmen memperkuat peran Kader Posyandu dan Dasawisma sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes menyelenggarakan kegiatan pembinaan Kader Posyandu khususnya mengenai 25 Kompetensi Dasar dan PHBS
Bertempat di Desa Batu Ampar, kegiatan pembinaan ini sendiri dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kecamatan SP Padang, Dian Novita Husin, Pimpinan Puskesmas Awal Terusan, Yesi, Am.Keb, Bagian Kesmas Dinkes OKI, Tri Febriyanti, S.Km, Tiara Utami, S.Km, Leni Marlina, S.Km, Dede Fina Oktalia, S.Km, Balai Penyuluhan KB Kecamatan SP Padang, Nuril Komari, S.Sos, Unsur Pemerintah Desa Batu Ampar dan para kader Posyandu serta Dasawisma Desa Batu Ampar.
Dalam sambutannya Ketua TP PKK Kecamatan SP Padang, Dian Novita Husin menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan bentuk usahan pemerintah daerah Kabupaten OKI untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para kader dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat dalam hal kesehatan.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Dinas Kesehatan OKI di desa Batu Ampar salah satu desa yang ada di Kecamatan SP Padang yang menjadi objek pembinaan PHBS kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer dari Pemerintah” ujarnya. Senin (27/04/2026).
Ia melanjutkan bahwa sebagai garda terdepan sebagai pelayan kesehatan masyarakat yang ada di Desa para kader dituntut untuk lebih multi fungsi dilapangan dengan terus meningkatkan kualitas sebagai seorang kader Posyandu dan Dasawisma.
“Seiring dengan penerapan konsep Posyandu Siklus Hidup, kader kini dituntut tidak hanya mahir dalam pelayanan balita, tetapi juga mampu memberikan edukasi bagi ibu hamil, remaja, dewasa, hingga lansia dan disinilah pentingnya peran kader Posyandu dan Dasawisma ditengah-tengah masyarakat” tegas Novita Husin.
Sementara itu dalam pemaparannya, Kepala Dinas Kesehatan melalui bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dalam hal di wakili oleh Tri Febriyanti, S.Km, Dinas Kesehatan OKI terus melakukan transformasi layanan kesehatan primer dengan melakukan pembinaan langsung ke titik-titik Posyandu.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan 25 Kompetensi Dasar Kader sebagai langkah nyata mengimplementasikan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.
Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 adalah aturan terbaru yang mengubah paradigma Posyandu dari sekadar UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) menjadi bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang melayani 6 standar pelayanan minimal (SPM).
“Sesuai dengan amanat Permendagri 13/2024, Posyandu kini memiliki peran strategis sebagai LKD yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di desa/kelurahan. Pembinaan langsung di lapangan ini bertujuan memastikan kader siap menghadapi perluasan peran tersebut” ungkap Febri.
Tri Febriyanti juga menyampaikan bahwa standarisasi kemampuan kader sangat krusial.
“Kader adalah ujung tombak. Melalui Permendagri ini, Posyandu kini melayani seluruh siklus hidup masyarakat. Oleh karena itu, 25 kompetensi dasar merupakan bekal wajib agar kader mampu memberikan layanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada setiap warga yang datang ke Posyandu,” imbuhnya.
Dalam pembinaan yang dilakukan, tim dari Dinas Kesehatan memberikan pendampingan teknis mencakup kategori utama yang harus dikuasai oleh setiap kader yaitu:
– Cara menimbang dan mengukur tinggi badan yang benar menggunakan Antropometri.
– Pengisian buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) terbaru.
– Teknik edukasi efektif melalui metode penyuluhan singkat.
– Dan Juga penerapan dan pemahaman PHBS bagi setiap kader yang ada di Desa Batu Ampar.
Sementara itu Fokus dan Tujuan Pembinaan PHBS bagi Kader Posyandu dan Dasawisma ini sendiri menurut Febri adalah bertujuan untuk:
– Meningkatkan pemahaman kader tentang konsep PHBS agar mampu mengedukasi masyarakat secara efektif.
– Membina kader dalam 5 program utama posyandu (kesehatan ibu hamil, anak, KB, imunisasi, gizi) serta integrasi layanan primer.
– Mendampingi kader Dasawisma dalam aplikasi PHBS, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gemas), dan kebersihan lingkungan rumah tangga.
– Penguatan kompetensi praktis kader dalam pemantauan gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
“Kader posyandu dan dasawisma berperan sebagai ujung tombak dalam memasyarakatkan perilaku sehat langsung ke tingkat akar rumput atau tingkatan paling dasar dalam kehidupan masyarakat” jelas Febri.
Selama kegiatan berlangsung Para Kader Posyandu dan Dasawisma Desa Batu Ampar pun terlihat antusias serta menyambut baik metode pembinaan ini.
“Kami berharap dengan adanya pembinaan ini para kader akan merasa lebih percaya diri ketika berhadapan langsung dengan warga. Terutama dalam cara memberikan penjelasan yang mudah dimengerti ibu-ibu dan warga lainnya,” tutup Febri.
Melalui kegiatan pembinaan bagi kader Posyandu dan Dasawisma ini, Dinas Kesehatan Kabupaten OKI berharap kualitas layanan kesehatan yang ada di tingkat desa semakin standar dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kematian ibu/bayi, angka stunting dapat terus ditekan, pencegahan penyakit tidak menular, serta derajat kesehatan masyarakat secara umum dapat meningkat melalui deteksi dini yang dilakukan secara tepat di level Posyandu di wilayah Kecamatan SP Padang khususnya bagi Kabupaten OKI sendiri, sesuai dengan visi Bupati OKI dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat desa. (Hendri)
































