Beranda Headline MBG Tak Lagi Dibagikan Sabtu, Negara Hemat Rp1 Triliun Sehari

MBG Tak Lagi Dibagikan Sabtu, Negara Hemat Rp1 Triliun Sehari

13
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah mulai memangkas penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran. Kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat hingga Rp1 triliun dalam sehari.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari refocusing atau penajaman belanja negara agar program prioritas tetap berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“MBG yang sebelumnya tetap disalurkan pada Sabtu kini dihentikan. Dalam satu hari saja, penghematannya bisa mencapai Rp1 triliun,” ujar Juda dalam sesi Policy Dialogue pada acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Jakarta, Senin.

Menurutnya, kebijakan ini dinilai lebih rasional karena peserta didik tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk menerima makanan saat hari libur.

Jika dihitung dalam skala bulanan, penghematan dari kebijakan tersebut dapat mencapai sekitar Rp4 triliun. Sementara dalam setahun, potensi efisiensinya diperkirakan menembus Rp50 triliun.

Tak hanya Sabtu, pemerintah juga menghentikan penyaluran MBG selama masa libur sekolah sebagai bagian dari penajaman program.

Juda menegaskan, pemerintah tidak mengurangi komitmen terhadap program prioritas, melainkan meningkatkan kualitas pelaksanaannya.

“Program tetap berjalan, tetapi dengan pendekatan yang lebih tajam, lebih berkualitas, dan tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit yang tidak memenuhi standar nutrisi akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian operasional sementara.

Langkah efisiensi ini diambil untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di tengah tekanan harga minyak global.

Di sisi lain, pemerintah tetap menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat, meskipun berdampak pada peningkatan beban subsidi.

Untuk menopang fiskal, pemerintah juga mengoptimalkan penerimaan negara, antara lain melalui implementasi sistem perpajakan coretax serta memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO). (Inku/net/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini