Beranda Ogan Kemering Ilir DPPKB Perkenalkan Pelayanan KB MKJP Gratis Bagi Seluruh Masyarakat OKI

DPPKB Perkenalkan Pelayanan KB MKJP Gratis Bagi Seluruh Masyarakat OKI

105
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI memperkenalkan pelayanan Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) bagi Masyarakat OKI, pelayanan ini merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi dengan tingkat kegagalan yang rendah serta komplikasi dan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan metode kontrasepsi yang lain.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI, Zulfikar, S.Sos,.M.Si menjelaskan bahwa MKJP merupakan jenis kontrasepsi yang sekali pemakaiannya dapat bertahan selama 3 tahun sampai seumur hidup.

“Terdapat berbagai jenis MKJP seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), implan, medis operatif wanita (MOP) dan medis operasi pria (MOP)” ungkap Zulfikar. Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut ia menerangkan AKDR atau biasa disebut intra uterine device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang yang dimasukkan melalui serviks dan dipasang dalam rahim. Efektifitas penggunaan sampai 99,4% (mencegah 1-5 kehamilan per 100 wanita pertahun) dan dapat mencegah kehamilan hingga 5-10 tahun, tergantung jenis AKDR yang dipilih. Ada 2 jenis AKDR yaitu yang mengandung tembaga dan yang mengandung hormone progesteron.

“AKDR dapat dipasang setiap waktu dalam siklus haid, pada hari pertama sampai ke-7 siklus haid atau segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pascapersalinan, atau setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenore laktasi (MAL), atau segera setelah keguguran” terang Zulfikar.

Zulfikar Melanjutkan, selain AKDR juga masih ada MOW dan MOP, yang merupakan bagian dari MKJP, MOW atau biasa disebut dengan tubektomi merupakan kontrasepsi yang bertujuan menghentikan kesuburan dengan tindakan medis berupa penutupan tuba uterine/ tuba falopii dan MOW juga sangat efektif dalam mencegah kehamilan.

“Angka kegagalan setelah MOW ini sendiri adalah 0,5 kehamilan per 100 perempuan selma tahun pertama penggunaan. Tubektomi dilakukan dengan cara mengikat dan memotong atau memasang cincin pada saluran telur (tuba Fallopii). MOW dapat dilakukan setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional klien tersebut tidak hamil. MOW juga dapat dilakukan pada hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi serta pascapersalinan. MOW jenis minilaparaskopi dapat dilakukan dalam waktu 2 hari atau 6 minggu atau 12 minggu pasca persalinan. MOW dapat pula dilakukan pasca keguguran dengan persyaratan tertentu” jelas Zulfikar.

Sedangkan MOP atau bisa disebut dengan vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria dengan prosedur klinis untuk menghentikan kemampuan reproduksi pria dengan jalan melakukan pengikatan/ pemotongan saluran sperma (vas deferens) sehingga pengeluaran sperma terhambat dan pembuahan tidak terjadi.

Sedangkan untuk Implan sendiri adalah alat kontrasepsi yang dipasang dibawah lapisan kulit pada lengan atas bagian samping dalam. Implan sangat efektif , ditunjukkan dengan kegagalan mencegah kehamilan yang kecil, yaitu pada tahun pertama yang hanya 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan pasca pemasangan implan.

“Implan berupa batang silastik lembut berongga dengan panjang antara 34-40 mm, dengan diameter 2-2,4 mm, yang berisi hormon levonogestrel atau etonogestrel yang lama kerjanya berkisar antara 3 sampai 5 tahun. Implan dapat dipasang setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7” lanjut Zulfikar.

Terkait pelaksanaan Pelayanan KB MKJP MOW/MOP ini sendiri Kepala Dinas DPPKB OKI tersebut menegaskan bahwa sudah dilaksanakan di Kabupaten OKI dan juga sudah dilaksanakan di RSIA Rika Amelia Palembang baru-baru ini.

Kami sangat antusias membagikan momen penting dari pelaksanaan Pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP) MOW (Medis Operatif Wanita) dan MOP (Medis Operatif Pria) yang diselenggarakan di RSIA Rika Amelia Palembang.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga berkualitas, menekan laju pertumbuhan penduduk, dan yang tak kalah penting, mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah kita. Keluarga berencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya wanita” tegas Zulfikar.

Zulfikar juga tidak lupa berterimakasih kepada Bapak Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, dan juga Wakil Bupati Supriyanto atas dukungan penuh terhadap program MOP dan MOW gratis ini dan juga ia mengapresiasi untuk semua pihak, mulai dari Dinas terkait, petugas kesehatan profesional, dan tentu saja, para akseptor yang berani mengambil peran dalam perencanaan keluarga ini.

“Semoga program-program seperti ini terus berjalan lancar dan membawa dampak positif yang besar bagi kesehatan keluarga dan masa depan generasi kita. Dengan KB, kita wujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan bertanggung jawab” pungkas Zulfikar. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini