JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah memastikan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa insentif guru honorer untuk pertama kalinya mengalami kenaikan setelah dua dekade stagnan.
Sejak diberlakukan pada 2005, insentif tersebut tidak pernah mengalami penyesuaian hingga 2025. Di era Presiden Prabowo Subianto, nilainya akhirnya dinaikkan menjadi Rp400 ribu.
“Insentif itu bukan gaji, melainkan tambahan dari pemerintah pusat. Dari 2005 sampai 2025 tidak pernah naik, dan baru di era Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Teddy menjelaskan, penggajian guru honorer merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun pemerintah pusat tetap hadir melalui tambahan insentif sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Tak hanya itu, tunjangan guru non-ASN juga dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Pemerintah turut mereformasi mekanisme penyaluran tunjangan yang sebelumnya melalui pemerintah daerah dan dicairkan setiap tiga bulan sekali.
Kini, atas instruksi Presiden, tunjangan ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Skema baru ini dinilai mempercepat pencairan serta meminimalkan hambatan administratif.
Langkah tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggerus anggaran pendidikan. Pemerintah memastikan seluruh program pendidikan tetap berjalan.
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi. Semuanya berjalan, bahkan ditambah dan dibuat lebih fokus pada siswa, sekolah, dan guru,” tegas Teddy.
Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa sektor pendidikan tetap mendapat penguatan di tengah berbagai program prioritas nasional. (Inku/**)






























