Beranda PALI Jejak Dirgantara PALI, Bukti Kejayaan Sejak Era Belanda

Jejak Dirgantara PALI, Bukti Kejayaan Sejak Era Belanda

11
0

PALI, KITOUPDATE.COM – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, ditegaskan bukan sekadar daerah otonomi baru, melainkan wilayah dengan jejak historis strategis dalam perkembangan dirgantara dan energi sejak era kolonial.

Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menyebut PALI sebagai pelopor konektivitas udara di Sumatera Selatan, jauh sebelum Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang berdiri. Ia merujuk pada keberadaan lapangan terbang perintis di wilayah PALI yang telah dilengkapi landasan pacu sepanjang 1.300 meter dan fasilitas menara pengawas.

“Ketika daerah lain belum memikirkan konektivitas udara, PALI sudah memiliki aktivitas penerbangan operasional. Ini bukti bahwa sejak dulu PALI berada di garis depan,” ujar Firdaus dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur penerbangan di masa itu tidak terlepas dari posisi strategis PALI sebagai kawasan kaya sumber daya energi. Sejak era Hindia Belanda, wilayah ini telah menjadi incaran investasi global karena cadangan minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang melimpah.

Aktivitas eksplorasi energi oleh perusahaan asing kala itu mendorong lahirnya berbagai infrastruktur modern, termasuk jalur transportasi udara untuk menunjang mobilitas logistik dan tenaga ahli.

Kini, meski berstatus sebagai kabupaten termuda di Sumatera Selatan, PALI tetap memainkan peran penting sebagai salah satu lumbung energi nasional.

“Langitnya pernah dikuasai secara strategis, dan buminya terus memberi kontribusi nyata bagi bangsa hingga hari ini,” tegasnya.

Firdaus menekankan, sejarah tersebut bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan fondasi kuat untuk mendorong pembangunan masa depan.

“PALI bukan hanya kaya sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki kekuatan energi besar serta letak geografis yang sangat strategis. Ini modal utama untuk kembali memimpin pembangunan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk bersinergi, menjadikan potensi tersebut sebagai penggerak kesejahteraan di masa depan. (Anies)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini