JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus penyiraman yang diduga menggunakan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, akan diusut tuntas.
Ia mengungkapkan, pengusutan kasus tersebut merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto agar dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis bukti ilmiah.
“Jadi terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” kata Sigit saat meninjau Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu.
Menurut Sigit, penyelidikan akan menggunakan pendekatan scientific crime investigation guna memastikan setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Polri, lanjutnya, saat ini masih melakukan pengumpulan berbagai informasi awal terkait peristiwa tersebut untuk kemudian didalami secara bertahap.
“Saat ini kami sedang melakukan pengumpulan informasi dan informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” ujarnya.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Polri juga akan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut.
Kapolri menegaskan setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti, sekaligus disertai jaminan perlindungan bagi pelapor yang membantu proses penyelidikan.
“Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami akan kita berikan jaminan perlindungan,” tuturnya.
Sigit menambahkan dirinya telah meminta seluruh jajaran bekerja maksimal dalam mengumpulkan keterangan saksi maupun bukti lain guna mengungkap pelaku di balik kasus penyiraman tersebut.
Perkembangan penanganan perkara, kata dia, akan disampaikan secara berkala melalui posko pengaduan maupun Divisi Humas Polri, agar publik dapat memantau proses penyelidikan yang sedang berjalan.
“Kami akan menginformasikan secara rutin setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kami dapat,” ujarnya.
Kasus penyiraman terhadap aktivis ini sendiri mendapat sorotan luas dari publik karena dinilai berkaitan dengan keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia, sehingga desakan agar pelaku segera diungkap terus menguat. (Ant/**)


































