JAKARTA, KITOUPDATE.COM — Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan, Jumat. Pergantian ini menandai fase baru di tubuh birokrasi fiskal, sekaligus menjadi ujian konsolidasi internal di tengah tantangan pengelolaan keuangan negara yang semakin kompleks.
Robert menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat sejak 2021. Rotasi di posisi strategis ini bukan sekadar pergantian administratif, tetapi mencerminkan kebutuhan penyegaran kepemimpinan di jantung koordinasi Kemenkeu.
Pelantikan tersebut merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani Prabowo Subianto pada 16 Maret 2026. Artinya, penunjukan ini juga membawa legitimasi politik sekaligus ekspektasi tinggi terhadap kinerja birokrasi fiskal ke depan.
Dalam sambutannya, Purbaya menekankan kepercayaan penuh kepada Robert. Namun, lebih dari itu, penunjukan ini menuntut hasil konkret, bukan sekadar rekam jejak.
“Saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” tegasnya.
Purbaya menilai Robert memiliki fondasi kuat, baik dari sisi akademik maupun karier. Latar belakang lintas bidang—mulai dari hubungan internasional, pengawasan, penegakan hukum, hingga kebijakan penerimaan negara—disebut menjadi modal penting.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi Sekjen Kemenkeu tidak ringan. Posisi ini merupakan simpul utama yang menghubungkan kebijakan, operasional, serta koordinasi lintas unit di lingkungan kementerian. Kemampuan menyinergikan berbagai kepentingan internal menjadi kunci, terutama di tengah tuntutan optimalisasi penerimaan negara dan efisiensi belanja.
Dengan kata lain, pengalaman panjang saja tidak cukup—yang dibutuhkan adalah kemampuan eksekusi dan konsolidasi yang cepat serta presisi dalam menjaga stabilitas tata kelola fiskal. (Inku/**)
































