Beranda Banyuasin Tanpa Identitas, Jenazah Perempuan Gegerkan Warga Banyuasin

Tanpa Identitas, Jenazah Perempuan Gegerkan Warga Banyuasin

22
0

BANYUASIN, KITOUPDATE.COM — Penemuan jenazah perempuan tanpa identitas di kawasan persawahan Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kamis (26/3/2026), menyisakan tanda tanya besar. Korban ditemukan dalam kondisi membusuk, tanpa identitas, dan minim petunjuk di lokasi kejadian.

Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 12.00 WIB di pinggiran sawah Dusun I. Temuan ini langsung dilaporkan ke aparat kepolisian. Tak lama berselang, personel Polsek Banyuasin I turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area.

Namun, dari hasil penanganan awal, penyidik belum menemukan barang bukti yang dapat mengarah pada identitas korban maupun penyebab kematian. Kondisi ini memperumit proses pengungkapan, mengingat minimnya jejak yang ditinggalkan di lokasi.

Sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Selatan guna menjalani visum et repertum (VER) dan otopsi. Pemeriksaan forensik menjadi kunci untuk mengungkap identitas korban sekaligus memastikan apakah terdapat unsur kekerasan atau penyebab kematian lainnya.

Informasi awal dari warga menyebut korban diduga seorang perempuan yang mengalami gangguan jiwa dan kerap terlihat di sekitar wilayah tersebut. Namun, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat asumsi dan belum dapat dijadikan dasar kesimpulan.

Sejauh ini, penyidik baru memeriksa dua saksi, yakni Kepala Desa Merah Mata dan warga yang pertama kali menemukan jenazah. Keterangan keduanya masih terbatas pada kronologi penemuan, belum mengarah pada identitas maupun latar belakang korban.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, memastikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan forensik. Kami mengimbau masyarakat yang merasa mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor,” ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena minimnya petunjuk di lokasi serta belum adanya identitas korban. Tanpa dukungan informasi tambahan, proses pengungkapan berpotensi memakan waktu lebih lama.

Polisi pun membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat yang memiliki informasi diminta segera menghubungi Polsek setempat atau layanan kepolisian 110 guna membantu proses identifikasi.

Hingga kini, aparat masih menunggu hasil autopsi sebagai dasar untuk menentukan langkah penyelidikan berikutnya, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini