MAKASAR, KITOUPDATE.COM – Seorang anggota Polri berpangkat Bripda berinisial DP dilaporkan meninggal dunia di dalam asrama polisi kompleks Polda Sulawesi Selatan di Makassar. Kematian anggota muda tersebut kini masih dalam penyelidikan internal, menyusul dugaan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah korban menjadi korban pengeroyokan atau tidak. Namun pemeriksaan intensif telah dilakukan terhadap sejumlah personel yang berada di lingkungan asrama.
“Kami belum bisa pastikan apakah pengeroyokan atau bukan. Yang jelas, enam orang sudah diperiksa, termasuk rekan seangkatan dan senior korban. Kemungkinan jumlahnya masih bisa bertambah,” ujarnya kepada wartawan, Minggu.
Awalnya Dikabarkan Sakit Usai Sahur
Peristiwa ini terungkap setelah Direktorat Samapta Polda Sulsel menerima laporan bahwa korban mengeluhkan kondisi kesehatannya usai salat subuh setelah sahur. Dalam laporan awal, korban disebut mengalami sakit saat berada di asrama.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Daya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Keluarga yang datang ke rumah sakit mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban, di antaranya memar dan pendarahan di bagian mulut. Kondisi tersebut memicu kecurigaan adanya faktor lain di balik kematian almarhum.
Jenazah Divisum, Otopsi Tunggu Izin Keluarga
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani pemeriksaan visum dan kemungkinan autopsi.
Menurut Zulham, pihaknya telah meminta tim medis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan transparan.
“Kami minta diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan, harus dibuktikan secara medis,” tegasnya.
Bidang Propam menegaskan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional sesuai prosedur. Autopsi akan dilakukan jika keluarga memberikan persetujuan.
Keluarga Tunggu Hasil Pemeriksaan
Ayah korban, Aipda H Jabir yang bertugas di Polres Pinrang, bersama keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Setelah seluruh proses selesai, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang.
Polda Sulsel memastikan akan mengungkap fakta sebenarnya jika ditemukan unsur mencurigakan dalam peristiwa tersebut.
“Kami akan luruskan dan tegakkan aturan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Zulham. (Inku/**)
































