Beranda Headline 52 Pesawat Dikerahkan Hadapi Karhutla

52 Pesawat Dikerahkan Hadapi Karhutla

37
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Pemerintah memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan dengan mengerahkan puluhan armada udara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, lima pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026) siang. Armada tersebut diarahkan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.

“Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan,” kata Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Selain lima pesawat tersebut, TNI AU juga menyiagakan sejumlah armada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat-pesawat itu dipersiapkan untuk digerakkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan perkembangan kondisi di lapangan.

Teddy mengatakan, berdasarkan laporan Kepala BNPB Suharyanto, total 52 pesawat telah dikerahkan untuk menangani karhutla di enam provinsi yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Enam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” ujar Teddy.

Armada udara yang dikerahkan terdiri atas berbagai jenis pesawat dan helikopter. Operasinya meliputi patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemadaman titik api menggunakan metode water bombing.

Operasi pemadaman dari udara juga terus dilakukan. Pada Kamis (20/8) dan Jumat (21/8), armada BNPB bersama TNI melakukan water bombing untuk menjangkau dan memadamkan titik-titik karhutla di sejumlah wilayah terdampak.

Penambahan armada udara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat respons terhadap kebakaran yang berpotensi meluas. Pemerintah juga berupaya menekan dampak kabut asap, melindungi keselamatan masyarakat, serta mencegah kerusakan lingkungan akibat karhutla.

Dengan pengerahan 52 pesawat tersebut, pemerintah berharap penanganan karhutla di wilayah rawan dapat dilakukan lebih cepat, terutama terhadap titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini