OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Menutup tahun 2025, Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki memilih untuk tidak sekadar menghitung capaian. Baginya, akhir tahun adalah ruang jeda untuk menimbang arah, apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus dilanjutkan dengan keteguhan yang lebih besar.
“Tahun 2025 bukan tahun yang sepenuhnya mudah. Namun, dalam pemerintahan, kesulitan tidak boleh menjadi alasan untuk melambat apalagi berhenti dan tahun 2025 merupakan Pondasi Kuat Untuk OKI Melaju Hebat” ujar Bupati Muchendi. Kamis (08/01/2026).
Menurutnya tahun 2025 sebagai tahun kerja. Bukan tahun retorika, bukan pula tahun pencitraan. Pemerintahan daerah diuji bukan oleh banyaknya program yang diumumkan, melainkan oleh konsistensi menjalankan kebijakan dan keberanian melakukan koreksi ketika hasil tidak sesuai harapan.
“Di Kabupaten OKI, kami berupaya menjaga ritme kerja yang terukur, bergerak pasti, berpijak pada perencanaan, dan terbuka terhadap evaluasi. Fokus kebijakan kami sejak awal tetap sederhana, pelayanan publik harus membaik, tata kelola pemerintahan harus bersih, dan kesejahteraan masyarakat harus bergerak naik dan meningkat. Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan. Ketika satu tertinggal, maka seluruh sistem harus diperiksa ulang” jelas Bupati Muchendi.
Berikut Capaian Kinerja dan Pola Kerja gemilang Bupati OKI yang telah berhasil dilaksanakan selama tahun 2025:
1. Infrastruktur Dasar Dikejar
– Sebanyak 91 ruas dan 180 Km jalan rusak telah diperbaiki.
– 12 Unit atau 258,60 Meter jembatan di benahi.
Dan ini merupakan pencapaian atau progres terpanjang selama dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
2. Kesehatan Terjamin dan Tenaga Kerja Terlindungi
– Sebanyak 801.509 warga OKI telah terjamin dalam Universal Health Coverage (UHC), melalui skema UHC Non Cut Off
– Perlindungan ketenagakerjaan bagi 119.940 pekerja dari berbagai sektor. Mulai dari Formal, Informal, Perangkat Desa hingga Pekerja Rentan.
3. Seragam Tanpa Beda, Pendidikan Untuk Semua
– Bantuan Seragam gratis untuk 12.500 siswa SD dan 4.500 siswa SMP
Hal ini agar menurut Bupati OKI sangatlah penting, agar lebih menciptakan kepercayaan diri siswa ketika berangkat sekolah tanpa adanya sekat perbedaan ekonomi, sementara orang tua bisa tetap fokus memenuhi kebutuhan lainnya.
4. Asta Cita Tujuan Bersama, Indonesia Emas Masa Depan Bersama
– Kabupaten OKI telah sukses menggelar Cek Kesehatan gratis dengan telah berhasil menjangkau 17.119 orang dewasa dan 47.080 anak usia sekolah.
– Kabupaten OKI telah berhasil membentuk 327 Koperasi Desa Merah Putih.
– OKI juga fokus pada pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.
– Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dirasakan oleh 111.329 pelajar.
– Dukungan Swasembada Pangan berupa pembukaan 11.672 Hektare Sawah Baru, Optimalisasi 9.221 Hektare lahan, Penyaluran 20.177 ton pupuk, serta telah menyalurkan bantuan 1.396 unit alat dan mesin pertanian.
– Sebanyak 36.674 Hektare peremajaan sawit rakyat, 2.697 pekebun menerima dukungan dan 72 Pelajar memperoleh beasiswa.
5. Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat melalui Pelaksanaan Program Rumah Layak Huni, Untuk Hidup Lebih Baik
– Sebanyak 548 rumah warga telah dibedah dengan rincian 356 rumah diperbaiki melalui program BSPS (APBN), 175 rumah dari APBD OKI, 9 rumah dari CSR Bank Sumsel Babel dan 8 rumah melalui Baznas OKI. Dengan total anggaran Rp.14,665 Miliar.
6. Jejaring Luas, Kinerja Tangguh
– Aktiv memperkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga Pusat untuk menyelaraskan program prioritas daerah dengan agenda pembangunan nasional.
– Dengan fokus pembangunan antara lain, Pengembangan kawasan minapolitan Pantai Timur, Percepatan Perkotaan Kayuagung, Penguatan Sektor Pangan, Pembentukan Pusat Pertumbuhan Ekonomi baru Sungai Baung Air Sugihan, Peningkatan Layanan Kesehatan dan Pariwisata.
“Sebagai kepala daerah, saya semakin meyakini bahwa pemerintahan tidak membutuhkan banyak pernyataan, tetapi keteguhan dalam bekerja. Kritik adalah bagian dari kontrol publik yang sehat. Tugas kami adalah memastikan kebijakan tetap berada di jalurnya dan keberpihakan kepada masyarakat tidak berubah” tegas Bupati Muchendi.
Tahun 2025 telah menjadi catatan kerja dan tahun 2026 harus menjadi kelanjutannya.
“Dengan disiplin yang sama, tanpa retorika berlebihan, dan dengan tanggung jawab yang lebih besar semua haruslah dilanjutkan. 2025 adalah Pondasi, Pekerjaan Belum Selesai, masih banyak yang harus kita benahi. Tapi langkah nyata sama-sama kita mulai, Bergerak Pelan, Konsisten dan Manfaatnya haruslah benar-benar menyentuh kebutuhan seluruh warga” pungkas Bupati Muchendi. (Hendri)



































