Beranda Ogan Kemering Ilir Gerak Responsif Pemkab OKI: Dalam Waktu Dekat Bakal Akhiri Invasi Eceng Gondok...

Gerak Responsif Pemkab OKI: Dalam Waktu Dekat Bakal Akhiri Invasi Eceng Gondok di SP Padang

94
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Banyaknya tumpukan eceng gondok di aliran sungai wilayah Kecamatan SP Padang, khususnya Desa Terate-Belanti, kini menjadi perhatian serius Pemkab OKI. Pertumbuhan tanaman air yang sangat cepat ini tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang bergantung pada sungai sebagai sumber penghidupan.

Secara ekologis, eceng gondok berkembang pesat dan menutupi permukaan air hingga menghambat masuknya sinar matahari. Dampaknya, kadar oksigen terlarut menurun, proses fotosintesis terganggu, dan kualitas air semakin memburuk. Kondisi ini berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan dalam jangka panjang.

Namun bagi masyarakat, dampaknya jauh lebih nyata. Tumpukan tanaman air tersebut menghambat jalur transportasi sungai, mengganggu aktivitas perikanan, hingga meningkatkan risiko banjir saat musim hujan. Ketika debit air naik, eceng gondok kerap terbawa arus dan menumpuk di titik-titik sempit aliran sungai, memperparah luapan air.

Camat SP Padang, Indra Husin, mengatakan pemerintah daerah telah merespons cepat keluhan masyarakat melalui penanganan yang dikoordinasikan bersama Dinas PU OKI.

“Alhamdulillah, berkat ikhtiar bersama, persoalan ini sudah menemukan titik terang. Penanganan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Ia juga mengapresiasi warga Desa Belanti dan sekitarnya yang selama ini bergotong royong membersihkan eceng gondok secara manual meski dengan peralatan terbatas. Menurutnya, semangat kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Indra menjelaskan, proses penanganan membutuhkan persiapan teknis yang matang. Tim pelaksana harus melakukan survei lokasi, mengukur kedalaman sungai, hingga menganalisis kekuatan arus guna meminimalkan risiko di lapangan.

“Kami tidak ingin pekerjaan dipaksakan tanpa perhitungan, karena berisiko terhadap keselamatan alat dan pelaksana, termasuk kemungkinan tenggelamnya excavator,” jelasnya.

Saat ini, alat berat telah siap digunakan. Namun proses pembersihan masih menunggu kedatangan ponton yang sedang menyelesaikan kelengkapan administrasi dari Palembang.

Pemerintah menargetkan pengerjaan dimulai pada awal Ramadan. Masyarakat diminta tetap bersabar dan menjaga situasi tetap kondusif.

Penanganan eceng gondok di SP Padang dinilai penting bukan hanya untuk memulihkan ekosistem sungai, tetapi juga menjaga keberlanjutan fungsi sosial dan ekonomi perairan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat. (Hendri/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini