Beranda Headline Tiga Polisi di Riau Positif Narkoba, Polda Janji Proses Tegas

Tiga Polisi di Riau Positif Narkoba, Polda Janji Proses Tegas

67
0

RIAU, KITOUPDATE.COM -Upaya bersih-bersih internal kembali diuji. Sebanyak tiga personel di lingkungan Kepolisian Daerah Riau dinyatakan positif narkotika setelah menjalani tes urine mendadak yang digelar serentak di tingkat polda dan polres jajaran, Senin.

Hasil pemeriksaan menunjukkan satu personel di tingkat polda terindikasi mengandung zat metamfetamin. Sementara dua lainnya berasal dari Polres Dumai dan Polres Pelalawan.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan temuan tersebut. Ia menyatakan ketiga personel itu akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mendalami asal-usul dan keterlibatan mereka.

“Terhadap tiga personel yang dinyatakan urine positif mengandung zat metamfetamin akan didalami lebih lanjut,” ujarnya di Pekanbaru.

Temuan ini menjadi ironi di tengah gencarnya pemberantasan narkoba yang selama ini dikampanyekan kepolisian. Meski jumlahnya hanya tiga orang, kasus tersebut kembali menyoroti konsistensi pengawasan internal aparat penegak hukum.

Polda Riau menegaskan proses penanganan akan mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri, termasuk pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan hingga Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP).

Tes urine dilakukan secara mendadak dan menyeluruh tanpa pengecualian, mulai dari kapolda, wakapolda, pejabat utama, kapolres hingga personel di tingkat polsek. Langkah ini disebut sebagai bentuk pengawasan melekat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 2 Tahun 2022.

Pandra menegaskan, komitmen pemberantasan narkoba juga berlaku ke dalam institusi. “Jika ada anggota yang terbukti melanggar, pasti akan diproses sesuai aturan dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Publik kini menanti transparansi dan ketegasan sanksi yang dijatuhkan. Sebab, di tengah kepercayaan masyarakat yang terus diuji, konsistensi penindakan terhadap pelanggaran internal menjadi tolok ukur keseriusan reformasi di tubuh Polri. (Inku/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini