Beranda Headline AS Gunakan Pangkalan Inggris Serang Iran

AS Gunakan Pangkalan Inggris Serang Iran

33
0

KITOUPDATE.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan mulai menggunakan sejumlah pangkalan militer di Inggris untuk menjalankan operasi pertahanan khusus terkait konflik dengan Iran.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan penggunaan pangkalan tersebut dilakukan untuk mendukung langkah pencegahan terhadap potensi serangan rudal Iran yang dinilai dapat mengancam keselamatan warga Inggris di kawasan.

Pernyataan resmi itu menyebutkan bahwa fasilitas militer Inggris kini digunakan untuk operasi militer yang berkaitan dengan upaya mencegah eskalasi serangan dari Iran.

Selain memanfaatkan pangkalan militer, Inggris juga mengerahkan jet tempur Typhoon dan F-35 untuk operasi udara di sejumlah titik strategis di Timur Tengah, termasuk di Yordania, Qatar, dan Siprus. Helikopter militer Merlin juga dilaporkan telah dikirim untuk memperkuat operasi di kawasan tersebut.

Di tengah meningkatnya aktivitas militer itu, gelombang protes muncul di Siprus. Ratusan warga berkumpul di pusat kota Nicosia pada Sabtu untuk menolak keberadaan pangkalan militer Inggris di pulau tersebut.

Para demonstran membawa spanduk bertuliskan “Siprus bukan landasan peluncuranmu” serta “Pangkalan Inggris keluar,” sebagai bentuk penolakan terhadap penggunaan wilayah mereka dalam konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia.

Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, sebelumnya juga tidak menutup kemungkinan bahwa masa depan pangkalan militer Inggris di negara itu akan menjadi bahan pembahasan setelah konflik di Timur Tengah berakhir.

Konflik terbaru bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.

Dalam perkembangan yang mengguncang politik Iran, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer tersebut. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pemerintah Rusia juga menyerukan deeskalasi dan penghentian segera permusuhan.

Situasi keamanan di Timur Tengah kini menjadi sorotan global, dengan kekhawatiran konflik dapat meluas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi. (Ant/**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini