Beranda Headline Polemik Ijazah Jokowi Berbalik, Rismon Ubah Sikap

Polemik Ijazah Jokowi Berbalik, Rismon Ubah Sikap

44
0

JAKARTA, KITOUPDATE.COM – Polemik panjang soal keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya berbalik arah.

Peneliti sekaligus ahli digital forensik Rismon Sianipar, yang sebelumnya sempat memicu kontroversi lewat dua bukunya, kini justru menyatakan bahwa ijazah Jokowi dan Gibran adalah asli.

Pernyataan itu disampaikan Rismon setelah bertemu langsung dengan Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Wakil Presiden.

“Iya, asli. Dengan kajian saya. Saya selalu bilang truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tapi akan lebih menyakitkan kalau saya tidak mengungkapkannya dengan jujur,” ujar Rismon kepada wartawan.

Sebelumnya, Rismon sempat mengguncang ruang publik melalui dua buku berjudul Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game yang memunculkan tudingan mengenai keaslian ijazah tersebut.

Namun setelah melakukan kajian lanjutan selama sekitar tiga bulan, ia mengaku menemukan sejumlah bukti baru yang memperkuat keaslian dokumen tersebut.

Menurut Rismon, analisis digital forensik menunjukkan keberadaan watermark, emboss di bagian kiri bawah dokumen, serta fitur keamanan lain yang konsisten saat dibandingkan dengan foto ijazah pembanding yang pernah diunggah oleh Dian Sandi Utama.

Ia menjelaskan, sejumlah fitur yang sebelumnya tidak terlihat dalam foto dapat diidentifikasi melalui rekonstruksi digital dengan memperhitungkan geometri pencahayaan, intensitas cahaya, serta jenis lensa kamera.

“Ada tiga hal utama yang saya temukan. Emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan semuanya konsisten dengan dokumen pembanding,” ujarnya.

Untuk meluruskan temuannya sebelumnya, Rismon mengaku tengah menyiapkan buku antitesis yang akan menjadi koreksi terhadap dua buku terdahulu yang sempat memicu kontroversi.

Ia menyebut penulisan buku tersebut akan diselesaikan di kampung halamannya di Balige, dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar enam bulan sebelum dipublikasikan tahun ini.

“Saya sudah sampaikan kepada Mas Wapres, saya akan menuliskan koreksi atas penelitian saya yang belum lengkap. Itu akan saya tuntaskan,” kata Rismon. (Ant/E. Saputra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini