OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Perubahan musim panas menuju musim hujan masih terus terjadi, hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh BMKG yang menyebutkan beberapa wilayah termasuk Kabupaten OKI sendiri akan dilanda hujan. Terlebih, bahaya perubahan musim yang biasa disebut dengan musim pancaroba dapat mengintai kesehatan tubuh.
Kepala Dinas Kesehatan abupaten OKI, Muhammad Lubis, S.KM,.M.Kes, turut mengingatkan adanya bahaya demam berdarah (DBD) yang hadir di musim pancaroba ini. Menurutnya, DBD menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai selama musim hujan datang.
“Tren kasus DBD termasuk cukup tinggi, terutama memasuki musim pancaroba, ” ujarnya, Selasa (21/04/2026).
Ia melanjutkan bahwa kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Genangan air yang timbul setelah hujan berpotensi jadi sarang nyamuk berkembangbiak.
“Hal ini tidak jauh dari kebersihan. Saat lingkungan bersih, nyamuk yang jadi sumber penyakit bisa dihindari,” kata Lubis.
Tidak hanya lingkungan, Lubis juga menekankan pentingnya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Kemudian mengkampanyekan program 3M, yakni menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, dan menyingkirkan barang-barang bekas.
“Pada musim pancaroba khususnya ketika masih adanya curah hujan yang datang, populasi Aedes aegypti pun akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan, ” jelas Lubis.
Peningkatan kesiapsiagaan DBD ini meliputi, meningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut peduli mencegah peningkatan DBD ini. Dinkes juga meminta puskesmas untuk mengimplementasikan gerakan satu rumah satu jumantik dengan menunjuk juru pemantau jentik (jumantik) memantau dan memastikan tak ada jentik di lingkungan masing-masing.
“Kita juga akan meminta semua faskes jika ditemukan kasus DBD, wajib dilaksanakan penyelidikan epidemiologinya dan melaporkan ke Dinkes OKI, ” tegas Lubis.
Tidak ketinggalan ia juga mengharapkan kepada seluruh faskes yang ada untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan tentang pencegahan dan pengendalian DBD sekaligus melakukan larvasidasi dan pembagian abete secara selektif.
Selanjutnya Kadinkes juga menjelaskan, perubahan cuaca ekstrem juga dapat berdampak pada daya tahan tubuh. Jika sistem imun tidak cukup kuat, tubuh rentan terserang penyakit seperti flu dan pilek.
“Jika daya tahan tubuh kita baik, kita tidak akan mudah terkena flu atau pilek,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang ada untuk selalu menjaga kesehatan, terutama selama musim pancaroba ini. Ia menyarankan agar warga cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta minum air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.
“Jaga kesehatan dengan baik, ini kunci untuk menghadapi musim pancaroba dengan lebih aman,” pungkas Lubis. (Hendri)
































