Beranda Ogan Kemering Ilir PAUD OKI Peringati Hari Kartini dengan Nuansa Berbeda dalam Pembelajaran

PAUD OKI Peringati Hari Kartini dengan Nuansa Berbeda dalam Pembelajaran

3
0

OGAN KOMERING ILIR, KITOUPDATE.COM – Suasana kegiatan belajar mengajar di seluruh Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten OKI tampak berbeda dari hari-hari biasanya dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026 ini.

Meskipun tidak diisi dengan kegiatan seremonial khusus, peringatan tahunan ini tetap berlangsung khidmat dan penuh makna melalui perubahan penampilan para guru yang mengenakan seragam khas yaitu menggunakan kebaya layaknya pakai wanita tempo dulu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Dikmas, Desi Puspitasari, SE,.MM menceritakan, Sejak pagi hari, suasana berbagai Satuan PAUD sudah terasa istimewa. Para guru perempuan terlihat anggun mengenakan pakaian batik. Perbedaan ini memberikan warna tersendiri di lingkungan PAUD OKI sehingga kegiatan belajar mengajar terasa lebih semarak dan penuh semangat.

“Pakaian Kebaya atau batik merupakan simbol besar dari negara kita, terutama kebaya yang merupakan pakaian khas perempuan tempo dulu, yang juga pakaian yang sering dipakai oleh Pahlawan nasional kita yaitu RA. Kartini” ujar Desi. Selasa (21/04/2026).

Ia melanjutkan Meski demikian, proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Anak-anak mengikuti pelajaran dengan tertib dan bermain dengan nyaman. sementara para guru tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Namun, nuansa kebersamaan dan kekompakan sangat terasa, mencerminkan semangat yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pendidikan Anak Usia Dini.

Kabid PAUD juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tidak harus selalu dirayakan dengan berbagai perlombaan atau kegiatan besar. Menurutnya, hal sederhana seperti mengenakan seragam Batik dan Kebaya dalam kegiatan sehari-hari justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya meneladani perjuangan Kartini dalam kehidupan nyata.

“RA Kartini merupakan simbol perjuangan perempuan dalam kesetaraan gender, berkat beliau kita kaum perempuan sekarang ini bisa setara dalam beberapa hal kecuali kodrat. Dengan memakai atribut yang dulu dikenakan oleh beliau berarti kita kembali mengingat perjuangan beliau di zaman pra kemerdekaan” tegas Desi.

Slogan paling ikonik dari R.A. Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang,” menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk keluar dari kegelapan menuju masa depan yang lebih cerah. Dalam konteks Pendidikan Usia Dini, belajar merupakan proses menuju “terang”, yaitu ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat yang harus dibangun dari usia sedini mungkin.

“Melalui momentum ini, kami ingin menanamkan kepada setiap satuan pendidikan khususnya Pendidikan Usia Dini bahwa semangat Kartini adalah tentang ketekunan, keberanian, dan konsistensi dalam menuntut ilmu. Dari ketidaktahuan menuju pengetahuan, dari keterbatasan menuju kemajuan itulah makna ‘terang’ dalam dunia pendidikan, Selamat Hari Kartini” pungkas Desi.

Dengan suasana pembelajaran yang berbeda ini, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai keteladanan. Diharapkan, semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” terus hidup dalam diri seluruh anak-anak PAUD, sehingga mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap membawa perubahan menuju masa depan yang lebih baik. (Hendri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini